Waspada Kekurangan Magnesium: Gejala, Risiko, dan Dampak Fatal

2 hours ago 1
 Gejala, Risiko, dan Dampak Fatal Manfaat magnesium.(Dok. Alodoc)

KEKURANGAN magnesium atau hipomagnesemia sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Namun, jika kondisi ini berlangsung lama atau menjadi berat, dampaknya bisa sangat serius bagi sistem saraf dan irama jantung.

Berdasarkan data dari NIH Office of Dietary Supplements dan Cleveland Clinic, berikut adalah daftar gejala, risiko, dan hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai kekurangan magnesium:

1. Tahapan Gejala dari Ringan hingga Berat

Gejala kekurangan magnesium berkembang seiring dengan menurunnya kadar mineral dalam tubuh:

  • Tahap Awal: Munculnya penurunan nafsu makan, mual, muntah, serta tubuh terasa cepat lelah dan lemas.
  • Tahap Menengah: Mulai terjadi gangguan saraf dan otot seperti kesemutan, mati rasa, tremor, kedutan, hingga kram otot yang intens.
  • Tahap Berat: Dapat memicu kejang, perubahan perilaku (delirium), gangguan irama jantung, hingga spasme koroner.
  • Tahap Sangat Berat: Berisiko menyebabkan aritmia jantung yang berbahaya dan berpotensi fatal.

2. Gangguan Keseimbangan Elektrolit

Defisiensi magnesium yang berat sering kali tidak berdiri sendiri. Kondisi ini dapat menyebabkan atau menyertai gangguan elektrolit lainnya, yaitu hipokalemia (rendahnya kadar kalium) dan hipokalsemia (rendahnya kadar kalsium) yang memperburuk kondisi kesehatan pasien.

3. Kelompok Orang yang Berisiko Tinggi

Meskipun ginjal orang sehat mampu mempertahankan kadar magnesium, kelompok berikut memiliki risiko kekurangan lebih tinggi:

  • Penderita penyakit saluran cerna seperti penyakit Crohn atau celiac.
  • Penderita diabetes tipe 2.
  • Individu dengan konsumsi alkohol kronis.
  • Lansia dan mereka yang mengalami diare kronis atau gangguan penyerapan usus.

4. Pengaruh Penggunaan Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang dapat memicu pembuangan magnesium berlebih dari tubuh. Beberapa di antaranya adalah obat diuretik, antibiotik jenis aminoglikosida, obat kemoterapi cisplatin, serta obat penekan asam lambung golongan PPI seperti omeprazole.

5. Mitos dan Fakta Gejala Umum

Penting untuk dipahami bahwa gejala seperti sering kram, sulit tidur, atau mudah lelah tidak otomatis berarti Anda kekurangan magnesium. Gejala tersebut bersifat tidak spesifik dan bisa disebabkan oleh kondisi medis lain. Sebaliknya, seseorang bisa saja memiliki asupan magnesium yang kurang tanpa merasakan gejala yang jelas.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan medis jika Anda mengalami kram berulang yang disertai kelemahan dan kesemutan. Evaluasi medis darurat sangat diperlukan jika muncul gejala kejang, pingsan, atau detak jantung yang tidak teratur. Dokter biasanya akan melakukan tes darah untuk mengecek kadar magnesium, kalium, kalsium, serta pemeriksaan EKG jika diperlukan. (NIH Office of Dietary Supplements/Cleveland Clinic/Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |