KEBAKARAN hutan dan lahan kini sedang melanda berbagai daerah di tanah air. Bencana alam yang berakibat pencemaran udara ini telah menjadi persoalan serius terhap gangguan kesehatan masyarakat. Bukan saja merusak kebersihan udara di beberapa wilayah dalam(MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)
SEBANYAK 16 wilayah di Malaysia mencatat indeks pencemaran udara (API) dalam kategori tidak sehat per Rabu (26/8) pagi akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia.
Bagi Malaysia, kondisi saat ini menjadi perhatian menjelang perayaan Hari Nasional Malaysia ke-69 yang akan berlangsung di Dataran Putrajaya pada 31 Agustus. Malaysia juga dijadwalkan menggelar perayaan Hari Malaysia di Kuching, Sarawak, pada 16 September.
Data Air Pollutant Index Management System (APIMS) menunjukkan tiga wilayah dengan tingkat pencemaran tertinggi berada di Sarawak. Seri Aman mencatat API 166, disusul Serian 164 dan Samarahan 162.
Di Semenanjung Malaysia, kondisi serupa tercatat di sejumlah wilayah. Nilai API di Negeri Sembilan mencapai 162. Wilayah Cheras di Kuala Lumpur berada pada angka 159, Putrajaya 158, dan Shah Alam, Selangor, 157.
Berdasarkan klasifikasi API Malaysia, angka 0-50 masuk kategori baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, sedangkan lebih dari 300 dikategorikan berbahaya. Data kualitas udara diperbarui setiap jam berdasarkan pemantauan 68 stasiun di seluruh Malaysia.
Jumlah wilayah dengan kualitas udara tidak sehat itu menurun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai sekitar 30 wilayah. Namun, kondisi di sejumlah daerah tetap menjadi perhatian, terutama di Sarawak yang berbatasan langsung dengan Kalimantan, Indonesia.
Pemerintah Malaysia mengaktifkan rencana aksi penanganan kabut asap. Berdasarkan ketentuan tersebut, seluruh kegiatan di luar ruangan dihentikan apabila API melampaui 100. Sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan ditutup apabila API mencapai lebih dari 200.
Kabut asap juga mendorong Malaysia memperkuat koordinasi dengan Indonesia. Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia Arthur Joseph Kurup mengatakan kedua negara sepakat meningkatkan langkah pencegahan dan penanganan dini kebakaran hutan dan lahan.
“Dengan fenomena El Nino yang diperkirakan semakin kuat hingga Oktober 2026 dan berlangsung bersamaan dengan Monsun Barat Daya, kedua negara berkomitmen penuh untuk meningkatkan langkah pencegahan dan penanganan dini,” kata Arthur dalam pernyataannya.
Malaysia menyiapkan bantuan kerja sama untuk melakukan operasi modifikasi cuaca di wilayah udara Indonesia, terutama di kawasan perbatasan. Operasi tersebut disiapkan untuk membuat hujan buatan. (H-4)









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340293/original/053973400_1757170402-20250906AA_Indonesia_U-23_vs_Macau-07_2.JPG)








