Arab Saudi serukan penguatan kerja sama ekonomi Islam 

7 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Arab Saudi menyerukan penguatan kerja sama ekonomi di antara negara-negara Islam serta peningkatan peran sektor swasta dalam mendukung pembangunan.

"Perubahan ekonomi global yang berlangsung cepat menuntut kerja sama yang lebih erat di antara negara-negara Islam serta pemberdayaan sektor swasta agar berperan lebih besar dalam mendukung pembangunan ekonomi," ujar Ketua Federasi Kamar Dagang Arab Saudi Abdullah Saleh Kamel dalam keterangan tertulis, Rabu.

Kamel menyampaikan pernyataan tersebut di sela-sela pertemuan ke-40 Dewan Direksi Kamar Dagang dan Pembangunan Islam serta sidang ke-72 Komite Keuangan organisasi tersebut.

Pertemuan yang berlangsung di ibu kota Turkiye, Ankara, Selasa, itu ditutup dengan dihadiri Wakil Presiden Turki Cevdet Yılmaz. Delegasi Arab Saudi dipimpin oleh Kamel dan turut diikuti Sekretaris Jenderal Federasi Kamar Dagang Arab Saudi, Sultan bin Mohammed Al-Musallam, bersama perwakilan federasi dan kamar dagang dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Kamel mengatakan Kamar Dagang dan Pembangunan Islam berkomitmen memperluas perdagangan dan investasi antarnegara anggota OKI guna mendorong integrasi ekonomi sekaligus menciptakan peluang berkualitas bagi generasi muda dan para wirausaha.

Keikutsertaan Federasi Kamar Dagang Arab Saudi sebagai perwakilan sektor usaha nasional merupakan kelanjutan dari peran Arab Saudi sebagai salah satu pendukung terbesar Kamar Dagang dan Pembangunan Islam sejak didirikan, ujar Presiden Kamar Dagang dan Pembangunan Islam itu.

Kamel mengatakan langkah tersebut juga mencerminkan komitmen kerajaan dalam memperkuat kerja sama ekonomi di antara negara-negara Islam.

Pesan tersebut dinilai relevan bagi negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, seperti Malaysia dan Indonesia, yang menjadikan pengembangan sektor swasta, kewirausahaan generasi muda, ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, serta konektivitas perdagangan regional sebagai bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi jangka panjang.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Federasi Kamar Dagang Arab Saudi, Sultan bin Mohammed Al-Musallam mengatakan partisipasi Federasi Kamar Dagang Arab Saudi dalam pertemuan tersebut mencerminkan komitmen Arab Saudi untuk mendukung kerja sama ekonomi Islam sekaligus memperkuat kehadiran sektor usaha Saudi dalam berbagai forum ekonomi internasional.

Ia juga menyoroti hubungan ekonomi Arab Saudi dan Turkiye yang terus berkembang. Nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai sekitar 32,1 miliar riyal Saudi atau sekitar 8,5 miliar dolar AS, meningkat 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut membuka peluang lebih besar bagi terbentuknya kemitraan bisnis yang berkualitas antara pelaku usaha kedua negara.

Pertemuan tersebut juga meninjau sejumlah inisiatif dan program di bawah naungan Kamar Dagang dan Pembangunan Islam, termasuk Pusat Arbitrase OKI (OIC Arbitration Centre/OIC-AC), Saleh Kamel Sustainable Entrepreneurship Organisation (SKSEED), serta Islamic Chamber Training Academy (ICTA).

Agenda pertemuan turut mencakup pemaparan mengenai pengalaman Persatuan Kamar Dagang dan Bursa Komoditas Turkiye (TOBB) dalam mendukung pengembangan sektor swasta dan menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.

Selain itu, rangkaian kegiatan meliputi sidang ke-72 Komite Keuangan serta diskusi meja bundar mengenai penguatan pertanian berkelanjutan, inovasi, ketahanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi.

Sejumlah sesi dialog juga membahas inovasi, kewirausahaan, pemberdayaan wirausaha laki-laki dan perempuan, serta penguatan kapasitas kamar dagang untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Dewan Direksi Kamar Dagang dan Pembangunan Islam membahas berbagai isu terkait pengembangan organisasi dan inisiatif masa depan. Dewan juga mengevaluasi pelaksanaan sejumlah proyek dan program yang bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi dan pembangunan di antara negara-negara Islam.

Selain itu, dewan membahas persiapan peringatan 50 tahun berdirinya Kamar Dagang dan Pembangunan Islam yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.

Baca juga: Saudi-Turkiye bentuk platform bisnis tingkatkan perdagangan, investasi

Baca juga: Presiden Turki dorong integrasi transportasi negara Muslim

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |