KBRI Beijing dukung kompetisi video perkuat persahabatan ASEAN-China

18 hours ago 1

Nanning (ANTARA) - Wakil Duta Besar RI untuk Republik Rakyat China Irene menyatakan dukungannya terhadap kompetisi video bertema ASEAN dan China karena dapat menjadi fondasi penting persahabatan antarmasyarakat di wilayah tersebut.

"Saya sangat senang melihat para kreator Indonesia turut berpartisipasi secara aktif dalam kompetisi tahun ini. Setiap karya yang dikirimkan merupakan kontribusi yang bermakna dalam memperkuat pemahaman dan persahabatan antarmasyarakat," kata Irene di Nanning, Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Kamis (25/6).

Irene menyampaikan hal itu dalam pengumuman pemenang Kontes Video Pendek Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN-China ke-5 (The 5th ASEAN-China Friendship and Cooperation Short Video Contest) yang tahun ini mengangkat tema "Bergandengan Tangan, Dari Hati ke Hati, Bersama untuk Modernisasi".

Sejak diumumkan pada Desember 2025, kompetisi itu telah menerima 8.774 karya dari negara-negara ASEN dan China hingga terpilih 39 pemenang yang berasal dari China, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Thailand dan Indonesia dengan dua karya.

"Terlepas dari apakah sebuah karya meraih penghargaan atau tidak, setiap peserta telah ikut membangun jembatan yang menghubungkan komunitas kita," tambah Irene.

Indonesia, kata Irene, menempatkan pertukaran antarmasyarakat sebagai salah satu fondasi penting dalam kerja sama ASEAN–China.

"Hubungan antara komunitas, seniman, pekerja media, wirausahawan, dan pelaku budaya akan semakin memperkaya kemitraan kita serta membuka pintu-pintu baru bagi generasi yang akan datang. Persahabatan ini tidak terbentuk dalam sekejap, melainkan telah dirajut dari generasi ke generasi melalui sejarah bersama, hubungan yang erat, dan rasa saling percaya," jelas Irene.

Irene mengungkapkan tahun ini punya makna yang sangat istimewa karena memperingati 35 tahun hubungan ASEAN-China, sekaligus lima tahun kemitraan strategis komprehensif ASEAN–China.

"Selama 35 tahun terakhir, persahabatan ASEAN dan China telah berkembang menjadi kemitraan yang nyata dan berdampak. Hubungan ini tercermin dalam perdagangan, investasi, konektivitas, kerja sama di berbagai bidang, serta yang paling penting, hubungan antarmasyarakat yang semakin dekat," ungkap Irene.

Irene juga mengungkapkan pepatah China yang berbunyi "Měi měi yǔ gòng, tiānxià dàtóng" yang berarti ketika setiap keindahan dapat saling menghargai dan hidup berdampingan, dunia akan menjadi tempat yang harmonis bagi semua.

Baca juga: Dua video asal Indonesia menangi kompetisi video pendek China-ASEAN

Salah satu pemenang kompetisi "The 5th ASEAN-China Friendship and Cooperation Short Video Contest" asal Indonesia, Rian Fahardhi Risyad, saat menerima penghargaan di Nanning, Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Kamis (25/6). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

"Karya-karya ini mengingatkan kita bahwa meskipun kita berasal dari budaya, bahasa, dan latar belakang yang beragam, kita tetap terhubung oleh nilai-nilai mendasar yang sama, yaitu persahabatan, kerja sama, dan semangat untuk maju bersama," ungkap dia.

Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Departemen Publisitas Partai Komunis China Guangxi Chen Yijun mengatakan Guangxi sebagai wilayah China yang punya perbatasan langsung dengan Asia Tenggara siap bekerja sama untuk memajukan ekosistem budaya audivisual.

"Sebagai tuan rumah, Guangxi siap untuk memperluas jaringan pertukaran antarbudaya, memperdalam kerja sama di tingkat daerah, serta memperkuat kolaborasi di bidang pariwisata, 'think tank', media, dan pemuda. Kami berupaya mendorong lebih banyak generasi muda dari berbagai negara untuk bersama-sama berpartisipasi," kata Chen Yijun.

Sementara penyelenggara kompetisi yaitu "China International Communication Group" (CICG) mengungkapkan media berperan penting sebagai jembatan untuk memperluas pertukaran, memperkuat kerja sama, serta meningkatkan saling pengertian antarmasyarakat.

"Sejak tahun 2020, kontes video pendek ini telah berhasil diselenggarakan. Kompetisi ini telah menarik partisipasi banyak kreator, menghasilkan berbagai karya video pendek, serta disebarluaskan melalui platform media sosial. Kegiatan ini telah menjadi sebuah merek penting untuk menampilkan kerja sama China–ASEAN dan mendorong hubungan antarmasyarakat," kata Direktur CICG Chang Bo.

Sementara dua video asal Indonesia yang menang dalam kompetisi itu berjudul "Kota Kebahagiaan" karya Rian Fahardhi Risyad yang memenangkan "Excellence Awards" dan "Boundless Love" karya rumah produski Nanyang Breeds Media untuk kategori "Special Awards Micro Drama".

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |