Indonesia-Ethiopia perkuat diplomasi budaya di African Jazz Village

11 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Addis Ababa, Ethiopia, menekankan pentingnya diplomasi budaya dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Ethiopia melalui kolaborasi pertunjukan musik di African Jazz Village.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika Faizal Chery Sidharta dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa acara tersebut menandai tonggak sejarah baru dalam diplomasi budaya kedua negara.

Diselenggarakan oleh pusat kebudayaan KBRI Addis Ababa, Loka Budaya, acara tersebut menampilkan pianis jazz Indonesia peraih penghargaan internasional, Nial Djuliarso.

Penampilan tersebut menghibur lebih dari 120 hadirin, termasuk pejabat diplomatik, tokoh budaya Ethiopia, penggemar jazz, dan diaspora Indonesia, dengan improvisasi dan repertoar yang memukau.

"Malam ini menandai penampilan perdana Nial di Afrika, sebuah babak baru dalam perjalanan musiknya, sekaligus mendorong komunikasi antara dua budaya berbeda melalui satu bahasa universal, yaitu jazz," kata Dubes Faizal.

"Tidak ada tempat yang lebih baik untuk memulai perjalanan tersebut selain di sini, di African Jazz Village, rumah bagi musik Ethio-jazz," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nial tampil bersama vokalis Indonesia, Tia Mutiasari, dan penyanyi Ethiopia, Rebka Getachew, dengan diiringi oleh sejumlah musisi terkemuka Ethiopia, antara lain gitaris Girum Gizaw, pemain double bass Mebratu Shewa, pemain drum Muse Mekonen, dan pemain saksofon Girum G/Meskel.

Seniman jazz pendatang baru Ethiopia, Hilina Berta, serta vokalis asal Kolombia, Guillermo, juga turut bergabung secara impromptu dalam pertunjukan tersebut.

Konser tersebut menampilkan berbagai lagu lintas genre, mulai dari lagu nasional dan daerah Indonesia seperti "Indonesia Pusaka", "Juwita Malam", dan "Es Lilin"; karya asli Djuliarso berjudul "Moscow Morning"; alunan Ethio-jazz "Yekermo Sew"; lagu ikonik Nat King Cole "L.O.V.E."; hingga lagu pop-jazz Latin "Bésame Mucho".

Pianis jazz asal Indonesia Nial Djuliarso (ketiga dari kanan) dan penyanyi asal Indonesia Tia Mutiasari (tengah) berpartisipasi dalam pertunjukan jazz yang digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Addis Ababa, Ethiopia. (ANTARA/HO-KBRI Addis Ababa)

Nial mengungkapkan kegembiraannya atas kesempatan untuk tampil dalam acara tersebut. Ia pun menyebut bahwa karya-karya Mulatu Astatke, yang dikenal luas sebagai pencetus Ethio-jazz, sangat menginspirasinya.

Selain tampil di African Jazz Village, Nial juga mengadakan lokakarya dan masterclass mengenai improvisasi, teknik, dan tradisi jazz bagi para musisi lokal Ethiopia, pelajar, serta penggemar musik setempat di ruang Loka Budaya KBRI Addis Ababa.

"Saya sangat senang dapat merasakan tradisi musik lokal, terutama Ethio-jazz. Setelah lokakarya ini, saya berharap para seniman lokal dapat terus memperluas jaringan mereka, bermain musik bersama, dan menyelami lebih dalam berbagai tradisi jazz," ujarnya.

"Saya juga tidak sabar untuk menciptakan lagu yang terinspirasi dari pengalaman dan kunjungan saya di Addis Ababa ini," tambahnya.

Salah satu penonton yang hadir adalah Melaku Belay, penari dan koreografer tingkat dunia asal Ethiopia yang juga direktur sekaligus pendiri Fendika Cultural Center. Ia sangat mengapresiasi inisiatif KBRI Addis Ababa dalam mendorong dialog yang autentik antara kedua negara melalui musik.

Belay menilai kolaborasi yang terjalin begitu alami antara musisi Indonesia dan Ethiopia sebagai suatu penampilan yang luar biasa.

"Ini bukan sekadar momen sesaat, melainkan sebuah fondasi yang akan terus berlanjut. Saya selalu percaya bahwa seni adalah solusi utama untuk membangun jembatan (penghubung), persatuan, dan perdamaian," pungkasnya.

Baca juga: Indonesia gelar pelatihan kepemimpinan global untuk pemuda Ethiopia

Baca juga: Dubes: Ethiopia selalu berupaya terapkan Dasasila Bandung di Afrika

Baca juga: Sugiono bahas BRICS dan penguatan kerja sama dengan Dubes Ethiopia

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |