Helikopter water bombing bekerja memadamkan api yang membakar lahan di sekitar ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (25/8/2026).(ANTARA/Firman)
PEMERINTAH Malaysia secara resmi menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk menangani krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas batas. Tawaran ini mencakup operasi modifikasi cuaca atau penyemaian awan (cloud seeding) guna memicu hujan di wilayah-wilayah terdampak.
Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Arthur Joseph Kurup, menyampaikan tawaran tersebut setelah melakukan pembicaraan via telepon dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, Jumhur Hidayat, pada Senin (24/8). Fokus utama pembicaraan kedua menteri tersebut adalah percepatan pemadaman titik api dan mitigasi dampak asap yang mulai meluas ke negara tetangga.
Arthur menegaskan bahwa Malaysia siap mengerahkan sumber daya untuk membantu proses pemadaman. Namun, realisasi bantuan tersebut akan disesuaikan dengan permintaan resmi dari Pemerintah Indonesia. Operasi penyemaian awan yang ditawarkan bertujuan untuk meningkatkan intensitas hujan guna menekan konsentrasi asap dan memadamkan api di area yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Detail Rencana Operasi Modifikasi Cuaca:
- Metode: Memasukkan bahan kimia tertentu ke dalam awan untuk merangsang kondensasi.
- Tujuan: Menciptakan hujan buatan untuk memadamkan titik api dan membersihkan udara dari polusi asap.
- Status: Menunggu permintaan resmi dan koordinasi waktu pelaksanaan, terutama di wilayah perbatasan.
Dampak Lintas Batas
Saat ini, ribuan titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Sumatra dan Kalimantan. Arah angin membawa sebagian asap kebakaran tersebut ke wilayah Malaysia, dengan Sarawak menjadi wilayah yang paling terdampak secara signifikan karena berbatasan langsung dengan tiga provinsi di Kalimantan.
Koordinasi intensif kedua negara mengenai waktu pelaksanaan operasi modifikasi cuaca perlu dilakukan. Langkah ini diharapkan dapat mempererat kerja sama regional dalam menangani isu lingkungan tahunan yang berdampak pada kesehatan masyarakat di Asia Tenggara. (Dhk/I-1)
| Sumatra & Kalimantan (Indonesia) | Sumber titik panas (hotspot) ribuan titik. |
| Sarawak (Malaysia) | Terdampak kabut asap kiriman secara langsung. |
| Semenanjung Malaysia | Peningkatan konsentrasi asap terbawa angin. |









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340293/original/053973400_1757170402-20250906AA_Indonesia_U-23_vs_Macau-07_2.JPG)








