Teknologi AI Robo Advisor Bantu Investor Kripto

6 hours ago 1
Teknologi AI Robo Advisor Bantu Investor Kripto (MI)

PERUSAHAAN teknologi infrastruktur AI, PT Pandawa Sakti Digital (WinX), menjalin kolaborasi strategis dengan platform pertukaran aset kripto Reku (PT Rekeningku Dotcom Indonesia). Kerja sama ini untuk mempersiapkan uji coba pemanfaatan teknologi AI Robo Advisor dalam ekosistem perdagangan aset keuangan digital di Indonesia.

Prosesi penandatanganan dilakukan di sela-sela rangkaian acara Coinfest Asia 2026 di Bali, akhir pekan lalu. Langkah ini menjadi pijakan awal bagi kedua perusahaan untuk mengeksplorasi peran kecerdasan buatan (AI) dalam membantu investor melakukan analisis pasar dan aktivitas perdagangan secara lebih presisi, khususnya pada produk derivatif aset kripto yang memiliki kompleksitas tinggi.

Dukungan Analisis dan Strategi Terukur

Teknologi AI Robo Advisor yang dikembangkan oleh WinX dirancang untuk memberikan dukungan komprehensif bagi pengguna. Sistem ini mampu menganalisis kondisi pasar secara real-time, mengidentifikasi peluang perdagangan, serta membantu eksekusi transaksi berdasarkan parameter strategi yang telah ditentukan sebelumnya.

Direktur Utama PT Pandawa Sakti Digital, Mikhail Hermawan, menyatakan bahwa kematangan industri aset digital nasional membuka ruang besar bagi integrasi AI ke dalam infrastruktur perdagangan. "Kebutuhan investor terhadap teknologi yang mampu merespons dinamika pasar semakin besar. Melalui kerja sama dengan Reku, kami ingin menguji efektivitas AI Robo Advisor dalam membantu pengambilan keputusan yang lebih terukur, terutama pada produk derivatif yang memiliki risiko lebih tinggi," jelas Mikhail dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8).

Pertumbuhan Investor Kripto Nasional

Urgensi inovasi teknologi ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan pasar kripto di tanah air. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2026, jumlah investor aset kripto di Indonesia telah menembus angka 22,69 juta orang. Pada periode yang sama, nilai transaksi tercatat mencapai Rp28,58 triliun, atau tumbuh 24,20% dibandingkan bulan sebelumnya.

Saat ini, OJK memberikan izin kepada 26 pedagang aset keuangan digital (PAKD). Besarnya basis investor ini menuntut para pelaku industri untuk menghadirkan diferensiasi layanan melalui teknologi yang mampu meningkatkan pengalaman sekaligus keamanan pengguna.

Fokus Uji Coba: Tahap awal kolaborasi akan difokuskan pada closed testing (uji coba tertutup) untuk mengevaluasi performa teknologi, mekanisme pengelolaan risiko, serta kesiapan integrasi sistem ke dalam platform Reku.

Komitmen Kepatuhan dan Pengelolaan Risiko

Chief Compliance Officer Reku, Robby, menekankan bahwa eksplorasi AI ini bertujuan memberikan informasi dan analisis yang lebih mendalam bagi pengguna sebelum bertransaksi. Namun, ia memastikan bahwa aspek kepatuhan tetap menjadi prioritas utama.

"Kami akan melakukan pengujian terbatas terlebih dahulu untuk melihat efektivitas teknologi dan pengalaman pengguna. Berbagai aspek teknis dan regulasi akan dikaji secara mendalam sebelum fitur ini dikembangkan lebih lanjut untuk publik," ungkap Robby.

Mikhail Hermawan menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pemimpin pasar aset digital di kawasan. "Kami berharap kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam membangun infrastruktur perdagangan aset keuangan digital yang inovatif dan kompetitif, dengan tetap mengedepankan perlindungan serta kepentingan pengguna," tutupnya. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |