Ilustrasi(Antara/Xinhua)
HUBUNGAN dagang antara Kanada dan Amerika Serikat (AS) memasuki fase ketegangan baru. Pemerintah Kanada secara resmi mengumumkan pemberlakuan tarif balasan berkisar antara 15% hingga 50% terhadap berbagai produk asal Negeri Paman Sam. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 8 September 2026.
Sebelum keputusan itu akhirnya diambil oleh Kanada, situasi telah lebih dahulu memanas. Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan kritik tajam terhadap Ottawa.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu (23/8/2026), Trump menuduh Kanada mencoba mengambil keuntungan dari AS tanpa memberikan kontribusi yang setara. "Kanada menginginkan keuntungan sebagai sebuah negara bagian, tanpa menjadi negara bagian!!!" tulis Trump.
Trump juga menyoroti kebijakan tarif Kanada terhadap sektor agrikultur AS yang dianggap merugikan. Ia menegaskan bahwa praktik tersebut tidak akan lagi ditoleransi oleh pemerintahannya. "Mereka juga telah membebankan tarif dalam jumlah besar kepada para petani hebat kami selama bertahun-tahun. Tidak lagi!!!" tegasnya.
Memecah Warga Kanada
Sehari sebelumnya, PM Mark Carney menyatakan bahwa langkah AS yang memberlakukan tarif baru merupakan upaya untuk memecah belah warga Kanada. Carney menyebut kebijakan Trump sebagai "salah perhitungan" dan memastikan bahwa Ottawa akan melindungi kepentingan nasionalnya.
Selain itu, Carney mengambil langkah drastis dengan menangguhkan sementara pembicaraan perdagangan dengan Washington dan menarik para perunding Kanada kembali ke Ottawa.
Carney menegaskan bahwa Kanada tidak akan menyerah pada tuntutan AS yang dianggap tidak dapat diterima. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kedaulatan atas mineral kritis yang menjadi aset strategis Kanada di pasar global. "Kemajuan (perundingan) belum cukup untuk memenuhi tujuan masyarakat Kanada," pungkasnya.
Sebagai bentuk perlawanan, Kanada akhirnya memberlakukan tarif balasan yang mulai berlaku efektif pada 8 September mendatang. Pemerintah Kanada juga telah menyiapkan paket bantuan senilai US$5,4 miliar (sekitar Rp85 triliun dengan asumsi kurs Rp15.700) untuk mendukung perusahaan dan pekerja yang terdampak langsung oleh eskalasi perang dagang ini. (Anadolu/Ant/I-1)
Berikut adalah rincian poin utama kebijakan balasan Kanada terhadap Amerika Serikat yang baru saja diumumkan:
| Tanggal Berlaku | 8 September 2026 |
| Besaran Tarif Balasan | 15%, 25%, hingga 50% (bervariasi per produk) |
| Produk Terdampak | Baja, aluminium, produk susu, peralatan rumah tangga, peralatan pertanian, pulp, kertas, dan elektronik. |
| Status Perundingan | Ditangguhkan sementara; perunding ditarik ke Ottawa. |
| Komoditas Strategis | Akses eksklusif terhadap mineral kritis tetap dipertahankan oleh Kanada. |









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340293/original/053973400_1757170402-20250906AA_Indonesia_U-23_vs_Macau-07_2.JPG)








