Taylor Swift Ungkap Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Ketenaran

3 hours ago 1
Taylor Swift Ungkap Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Ketenaran Taylor Swift ungkap cara atasi tekanan hidup yang membesar hingga perjalanan kariernya. Simak pengakuan jujurnya dalam wawancara The Icon Sessions.(Tangkapan layar Youtube)

PENYANYI ternama Taylor Swift membagikan cara dirinya menjalani hidup dan mengelola tekanan ketika segala sesuatunya mulai terasa begitu besar hingga sulit dikendalikan. Pemilik 14 piala Grammy tersebut mengungkapkan refleksinya dalam wawancara retrospektif yang merangkum perjalanan kariernya di program The Icon Sessions, yang diselenggarakan Songwriters & Composers Wing dari Recording Academy.

Dalam sesi percakapan tersebut, Swift membahas bagaimana ia berusaha tidak membiarkan persepsi publik menghentikan atau memperlambat kreativitasnya dalam berkarya. Ia mengaku telah melewati berbagai proses dan menemukan cara tersendiri untuk bertahan dalam menghadapi masa-masa sulit selama bertahun-tahun.

“Saya melalui beberapa proses dan mekanisme pertahanan diri yang telah saya lewati selama bertahun-tahun,” ujar Swift. “Dan salah satunya adalah dengan mengatakan, ‘Kamu memilih ini. Kamu memilih ini setiap hari. Kamu bisa saja keluar dari ini kapan saja sebelum ini menjadi terlalu besar hingga sulit dikendalikan.’ Dan saya memutuskan untuk tidak keluar karena saya sangat menyukainya.”

Bagi musisi kelahiran Pennsylvania ini, dedikasi terhadap karya adalah hal mendasar yang menjadi titik awal sekaligus titik akhir dari seluruh perjalanan kariernya di industri hiburan. Bagi Swift, seluruh konsekuensi serta tantangan yang menyertai popularitasnya pada akhirnya sebanding dengan kesempatan yang ia dapatkan untuk terus berkarya.

“Semua yang datang bersama ini pada akhirnya sebanding, selama saya masih bisa terus membuat musik,” tuturnya.

Meski musik menurutnya berpusat pada kebenaran emosional yang bisa terhubung atau tidak dengan para pendengar, Swift terbukti berhasil melangkah sejauh ini dengan tidak mendengarkan pandangan skeptis orang-orang sewaktu ia tumbuh dewasa. Saat itu, beberapa pihak sempat menilai bahwa ia tidak memiliki perspektif yang valid untuk menarik minat pada genre tertentu.

“Saya menyadari bahwa saya membuat musik karena saya bermain untuk para penggemar,” kata Swift. “Saya merilis ini untuk orang-orang yang peduli tentang ini dan yang memandang musik sebagai cara untuk mengatasi hidup mereka seperti yang saya lakukan.”

Ia juga memberikan pandangannya mengenai motivasi utama seorang seniman dalam menciptakan karya agar tetap bertahan dengan alasan yang tepat di tengah sorotan publik.

“Saya pikir jika Anda benar-benar dapat melalui semua tahapan itu dan menyadari bahwa merilis musik yang telah Anda buat dan sangat Anda cintai bukanlah jalan menuju validasi universal, jika Anda masih melakukannya, maka Anda mencintainya untuk alasan yang benar,” tambah Swift.

Perjalanan karier Swift mencapai titik sejarah baru pada Juni lalu ketika dirinya resmi diinduksi ke dalam Nashville Songwriters Hall of Fame angkatan 2026. Dalam angkatan tersebut, sang megabintang diinduksi bersama sederet nama besar industri musik seperti Walter Afanasieff, Terry Britten, Graham Lyle, Paul Stanley dan Gene Simmons dari grup musik KISS, Kenny Loggins, Alanis Morissette, serta Christopher “Tricky” Stewart.

Saat menyampaikan pidato berdurasi 20 menit dalam acara penghargaan tersebut, Swift mengenang kembali bagaimana menulis lagu pada dasarnya merupakan bentuk refleksi diri yang muncul secara alami bagi dirinya.

“Tidak ada yang mengajari saya cara melakukannya,” kata Swift. “Saya harus diajari cara menghibur penonton dan mempelajari koreografi, menjadi tidak terlalu mengganggu, menavigasi industri, dan dengan gigih melindungi kesehatan mental saya sendiri. Saya harus mempelajari semua itu seiring berjalannya waktu melalui pelajaran yang sulit, uji coba dan kesalahan dalam jumlah besar, serta kekacauan dan bencana.”

Swift menegaskan bahwa di antara seluruh rangkaian keterampilan yang harus ia pelajari di industri musik, kemampuan merangkai lirik dan nada adalah satu-satunya hal yang hadir secara alami tanpa paksaan.

“Penulisan lagu, bagi saya, bisa dibilang satu-satunya hal yang pernah saya lakukan secara alami,” pungkasnya. (People/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |