PB Djarum Buka-bukaan Soal Krisis Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia

1 hour ago 1
PB Djarum Buka-bukaan Soal Krisis Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia ilustrasi(PB Djarum)

Regenerasi menjadi tantangan besar bagi dunia bulu tangkis Indonesia. PB Djarum menilai stok pemain muda nasional saat ini mulai tertinggal dibandingkan sejumlah negara Asia, baik dari segi kuantitas maupun kualitas pemain.

Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Fung Permadi, mengungkapkan bahwa ketertinggalan ini terlihat jelas dalam sejumlah turnamen kelompok usia di tingkat Asia. Indonesia dinilai belum memiliki ketersediaan pemain muda sebanyak negara-negara pesaing utama.

"Kalau melihat perkembangan di tingkat Asia, kita harus mengakui bahwa saat ini kita tertinggal dalam hal regenerasi pemain. Negara lain sudah memiliki stok dan ketersediaan pemain yang lebih banyak," ujar Fung dalam jumpa pers Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Rabu (9/9).

Fung mencontohkan dominasi negara seperti Tiongkok dan Taiwan pada kejuaraan Asia kelompok usia U-15 dan U-17. Kekuatan regenerasi pesaing juga tampak di level International Challenge, di mana Taiwan mampu menempatkan pemain di bawah usia 19 tahun hingga babak semifinal nomor ganda campuran.

"Kondisi ini justru membuat kita semakin bersemangat dan berkomitmen bahwa apa yang kita lakukan hari ini tidak akan sia-sia," imbuhnya.

Masalah Gizi dan Gaya Hidup Sejak Dini

Fung menyoroti bahwa persoalan regenerasi tidak hanya terbatas pada teknik bermain. Di sektor putra, kondisi fisik dan pola hidup anak sejak usia dini menjadi perhatian serius. Atlet muda Indonesia dinilai kalah dalam hal postur, kekuatan otot, dan tenaga dibandingkan pemain Asia lainnya.

Menurut Fung, hal ini berkaitan erat dengan asupan gizi dan minimnya aktivitas fisik sejak kecil. Ia membandingkan kebiasaan anak-anak di Taiwan yang lebih aktif bergerak, seperti berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah, dengan anak-anak di Indonesia yang kini lebih bergantung pada kemudahan transportasi.

"Jadi gambarannya dari sisi asupan gizinya kalah, geraknya juga kurang. Itu menjadi titik awal yang kurang menggembirakan," kata Fung.

Senada dengan Fung, Koordinator Pelatih Tunggal Putri PB Djarum, Hendrawan, mengamini bahwa perubahan gaya hidup dan penggunaan gawai menjadi tantangan tersendiri bagi kebugaran fisik atlet muda. Ia juga menekankan pentingnya efisiensi latihan dibandingkan sekadar durasi yang lama.

"Kita ibarat bekerja keras lebih banyak, tetapi yang membedakan adalah efisiensi waktu dan kualitas. Pemain yang matang bukan hanya berlatih lebih lama, tetapi mampu memanfaatkan waktu latihan secara lebih efisien," jelas Hendrawan.

Audisi Umum Sebagai Solusi Regenerasi

Menyikapi tantangan tersebut, PB Djarum menjadikan Audisi Umum PB Djarum 2026 sebagai ujung tombak untuk memperlebar basis pencarian bakat. Ketua Tim Pencari Bakat, Sigit Budiarto, menyatakan audisi ini bertujuan memperbesar kembali basis atlet belia Indonesia.

Setelah melalui seleksi di Pekanbaru dan Makassar, proses kini berlangsung di Kudus pada 9-13 September 2026. Sebanyak 1.601 pebulu tangkis muda dari Sumatra hingga Papua bersaing di kelompok usia U-11, KU-11, dan KU-12.

"Harapannya kita bisa menemukan potensi yang lebih baik untuk melanjutkan regenerasi yang sudah dibangun oleh para senior sebelumnya," pungkas Sigit.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |