ilustrasi(Antara)
Setidaknya 41 orang dilaporkan mengalami luka ringan setelah hujan dengan curah tertinggi yang pernah tercatat mengguyur Nagoya, Jepang bagian tengah. Kondisi ekstrem ini mendorong pemerintah kota setempat untuk segera mengumumkan langkah-langkah bantuan darurat pada Rabu (9/9).
Hujan deras yang dipicu oleh fenomena pita hujan linear mulai mengguyur wilayah Tokai sejak Selasa. Berdasarkan laporan Kyodo News, intensitas hujan yang luar biasa tersebut menyebabkan banjir luas di jalan-jalan protokol dan jalur kereta api, yang mengakibatkan lumpuhnya sistem transportasi di Nagoya secara total.
Otoritas setempat mencatat dampak kerusakan yang signifikan. Hingga Selasa malam, sekitar 1.600 warga telah dievakuasi ke pusat-pusat pengungsian. Sementara itu, sedikitnya 200 kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan akibat terendam banjir hingga Rabu pagi.
Gangguan pada layanan kereta api dan kereta bawah tanah juga menyebabkan situasi darurat bagi warga sipil. Banyak penumpang dan pelajar dilaporkan terjebak semalaman di dalam sarana transportasi maupun stasiun karena layanan tidak dapat beroperasi.
Peringatan Darurat Level Tertinggi
Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah mengambil langkah antisipasi maksimal dengan mengeluarkan peringatan darurat banjir Level 5—tingkat tertinggi dalam sistem peringatan Jepang—untuk Sungai Shonai. Sungai ini mengalir melintasi Prefektur Aichi dan Prefektur Gifu. Peringatan tersebut dirilis setelah permukaan air sungai meningkat drastis dan mengancam tanggul akibat curah hujan yang sangat pekat.
Laporan dari NHK menyebutkan bahwa awan hujan yang terkonsentrasi terbentuk di wilayah Tokai dan Shikoku, memicu hujan sangat deras yang tidak terduga di sejumlah titik daerah tersebut.
Potensi Hujan Susulan
Hingga Rabu, Badan Cuaca Jepang memperingatkan bahwa ancaman belum berakhir. Hujan deras diprediksi akan terus mengguyur sebagian besar wilayah Jepang hingga Kamis, seiring dengan adanya front aktif yang membentang di sepanjang pesisir Pasifik.
Estimasi curah hujan dalam 24 jam ke depan hingga Kamis pagi meliputi:
- Wilayah Tokai dan Kinki: Hingga 200 milimeter (7,9 inci).
- Wilayah Shikoku: Hingga 150 milimeter.
- Wilayah Kanto-Koshin (termasuk Tokyo): Hingga 120 milimeter.
Otoritas memberikan peringatan keras bahwa tambahan hujan dalam jumlah kecil sekalipun dapat memicu bencana susulan seperti tanah longsor atau banjir bandang. Hal ini dikarenakan kondisi tanah di banyak wilayah sudah mencapai titik jenuh akibat akumulasi air dari hujan sebelumnya.













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)



