Petugas gabungan masih terus melakukan pemadaman lahan seluas 5 hektare bakar TPA sampah Nangkaleah, Kampung Cioray, Desa Sukasukur, Kecamatan Mangunreja dan kini asap pekat selimuti 8 kampung dengan 1.500 jiwa terdampak.(MI/Kristiadi )
PETUGAS gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, hingga Tagana dibantu warga setempat masih terus berupaya memadamkan kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Nangkaleah, Kampung Cioray, Desa Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (26/8).
Kebakaran yang menghanguskan lahan seluas 5 hektare tersebut kini berdampak serius pada kesehatan warga. Sedikitnya 1.500 jiwa di delapan kampung dilaporkan terpapar asap pekat. Kedelapan wilayah terdampak tersebut meliputi Kampung Cioray, Cikerenceng, Baru, Sindanghurip, Cidulang, Sukamaju, Pasirtengeng, dan Cikalapa.
Camat Mangunreja, Ucu Supriadi, mengungkapkan bahwa api pertama kali muncul sejak pukul 02.00 WIB dini hari. Hingga Rabu malam, kobaran api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya dan justru cenderung meluas akibat tiupan angin kencang.
"Kebakaran TPA sampah Nangkaleah telah menimbulkan asap pekat yang masuk ke rumah-rumah warga di delapan kampung. Kami meminta Dinas Kesehatan segera membagikan masker gratis untuk mengantisipasi penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)," ujar Ucu, Rabu (26/8).
Upaya pemadaman di lapangan menghadapi kendala berat. Selain faktor angin, petugas kesulitan menjangkau titik api yang berada di bawah tebing curam dengan kemiringan mencapai 90 derajat. Penggunaan alat berat seperti ekskavator pun terhambat oleh akses jalan yang sempit menuju lokasi kejadian.
Kondisi ini mulai menguras fisik para personel di lapangan. Dua petugas pemadam kebakaran dilaporkan mengalami kelelahan hebat dan sesak napas, sehingga harus dievakuasi oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mendapatkan bantuan oksigen.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, menambahkan bahwa api masih terlihat menyala di kedalaman 50 hingga 80 meter di bawah tebing, membakar tumpukan sampah dan alang-alang kering.
"Kami terus berkoordinasi dengan berbagai instansi agar mengerahkan tambahan unit damkar ke lokasi. Fokus utama saat ini adalah penanganan api agar tidak semakin meluas dan penanganan dampak asap terhadap 1.500 warga yang terdampak," pungkas Roni. (AD/E-4)









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340293/original/053973400_1757170402-20250906AA_Indonesia_U-23_vs_Macau-07_2.JPG)








