Ciri Gangguan Autisme pada Anak dan Pentingnya Deteksi Dini

2 hours ago 3
Ciri Gangguan Autisme pada Anak dan Pentingnya Deteksi Dini Seorang anak tengah menjalani terapi tumbuh kembang.(Dok. Antara)

GANGGUAN autisme pada anak dapat dikenali melalui sejumlah ciri spesifik, mulai dari hambatan dalam kemampuan bersosialisasi hingga munculnya perilaku yang berulang atau repetitif. Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak, Hanna Dyahferi Anomsari.

“Autisme adalah gangguan neurodevelopmental dengan ciri khas yakni kekurangan kemampuan bersosialisasi dan keterbatasan ketertarikan, serta adanya kebiasaan perilaku yang mengulang atau repetitif,” ujar dr. Hanna dalam sebuah webinar yang dipantau secara daring dari Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini menekankan bahwa tingkat pendidikan orangtua memegang peranan penting dalam membantu mendeteksi atau menyadari gangguan yang dialami buah hati. Menurutnya, semakin dini autisme dideteksi, maka intervensi yang dilakukan dapat semakin maksimal untuk menekan gangguan dalam perkembangan anak.

Gejala dan Tanda Berdasarkan Usia

Dr. Hanna menjelaskan bahwa gejala autisme sangat bervariasi. Namun, terdapat beberapa tonggak perkembangan (milestone) tumbuh kembang anak yang bisa menjadi indikator bagi orangtua:

  • Usia 12 Bulan: Anak tidak memberikan respons saat namanya dipanggil. Orangtua perlu memastikan apakah hal ini disebabkan oleh gangguan pendengaran atau indikasi lain.
  • Usia 14 Bulan: Anak kesulitan atau tidak dapat menunjuk benda, serta tidak menunjukkan kemampuan bermain pura-pura (pretend play).
  • Kontak Mata: Tidak adanya kontak mata saat diajak berbicara. Anak tampak tidak menghiraukan atau tidak merespons interaksi dari orangtua.

Hambatan Komunikasi dan Perilaku

Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini juga mengungkapkan bahwa anak dengan gangguan autisme kerap mengalami keterlambatan bicara. Selain itu, mereka sering kali tidak memahami makna kata yang diarahkan untuk diulangi.

“Misalnya mengatakan ayam, dia tidak mengerti apa itu ayam,” jelas dr. Hanna. Ciri autisme lainnya meliputi kesulitan menjawab pertanyaan dengan benar hingga kecenderungan sangat pemilih terhadap makanan tertentu.

Sebagai langkah antisipasi, dr. Hanna menyarankan para orangtua yang merasakan adanya kejanggalan pada perkembangan buah hati untuk segera melakukan skrining medis. Langkah ini krusial agar anak mendapatkan penanganan dan pola asuh yang tepat sesuai dengan kondisinya. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |