Penggunaan kacamata hitam.(Dok. Magnific)
PENGGUNAAN kacamata hitam dengan perlindungan anti-sinar ultraviolet (UV) bukan sekadar tren mode, melainkan langkah krusial agar terlindung dari risiko tumor kelopak mata. Paparan sinar matahari secara terus-menerus dalam jangka panjang diketahui menjadi salah satu faktor risiko utama pemicu keganasan pada area mata.
Dokter spesialis mata, Tri Wahyu, menjelaskan bahwa perlindungan terhadap sinar matahari sangat diperlukan bagi siapa saja yang sering beraktivitas di luar ruangan. Menurutnya, penggunaan tabir surya (sunscreen) dan kacamata hitam sangat disarankan, baik bagi perempuan maupun laki-laki.
"Kacamata hitam bisa untuk melindungi area mata maupun kelopak mata itu sendiri dari sinar UV," ujar dr. Tri Wahyu dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Mengenal Karsinoma Sebasea
Lulusan Universitas Padjadjaran ini memaparkan bahwa paparan sinar matahari kronis selama bertahun-tahun merupakan faktor risiko tumor ganas pada kelopak mata yang disebut karsinoma sebasea. Penyakit ini menyerang kelenjar sebasea pada kulit dan secara statistik lebih banyak dialami oleh laki-laki.
Selain karsinoma sebasea, jenis kanker kulit lain yang dapat menyerang area kelopak mata adalah karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel basal. Secara umum, tumor kelopak mata mencakup sekitar 5 persen hingga 10 persen dari total kasus keganasan tumor kulit di seluruh tubuh.
Dokter Tri juga mencatat adanya perbedaan risiko berdasarkan pigmentasi kulit. Orang berkulit putih cenderung lebih rentan mengalami kanker kulit dibandingkan dengan orang yang memiliki kulit berpigmen, seperti masyarakat di wilayah Asia atau Austronesia.
Waspadai Gejala Mirip Bintitan
Salah satu tantangan dalam mendeteksi tumor kelopak mata adalah gejalanya yang sering kali menyerupai bintitan biasa. Gejala awal biasanya berupa benjolan tunggal, berwarna merah, dan membengkak.
"Awal-awalnya mirip bintitan, ada matanya, bisa cuma satu jendolan saja. Namun, jika diberikan pengobatan standar bintitan tetapi tidak responsif dan memberikan hasil yang buruk, maka harus dicurigai ke arah keganasan," tegas dr. Tri.
Jika terdiagnosis sebagai karsinoma sebasea, penanganan medis yang dilakukan biasanya meliputi operasi pengangkatan tumor yang dilanjutkan dengan prosedur rekonstruksi kelopak mata.
Beda Tumor dengan Hordeolum dan Kalazion
Selain tumor, benjolan pada kelopak mata juga bisa disebabkan oleh infeksi atau penyumbatan kelenjar, yang sering dikenal masyarakat awam sebagai bintitan:
- Hordeolum: Benjolan kecil akibat infeksi pada kelenjar di tepi kelopak mata (kelenjar Moll dan Zeis) pada folikel rambut. Kondisi ini rentan dialami oleh mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan dan terpapar debu.
- Kalazion: Benjolan di tepi kelopak mata bagian atas yang muncul akibat penyumbatan pada kelenjar meibom.
Berbeda dengan tumor ganas, hordeolum dan kalazion umumnya dapat diatasi dengan pemberian antibiotik (tetes, salep, atau minum), serta perawatan mandiri berupa kompres hangat dan pijatan lembut pada kelopak mata. (Ant/H-3)









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340293/original/053973400_1757170402-20250906AA_Indonesia_U-23_vs_Macau-07_2.JPG)








