Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Lanjutkan Sayembara Tangkap Pelaku Kejahatan

4 hours ago 3
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Lanjutkan Sayembara Tangkap Pelaku Kejahatan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dj Mapolres Purwakarta.(MI/Reza Sunarya)

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa program sayembara bagi warga yang membantu menangkap pelaku kejahatan akan tetap diteruskan. Program ini dinilai efektif dalam membangun keberanian masyarakat sekaligus menjadi instrumen untuk mencegah terjadi aksi main hakim sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi usai mendatangi tim penyidik Satreskrim Polres Purwakarta yang tengah menangani kasus kematian Satpam PJT II, Senin (27/7). Menurutnya, sejak program sayembara diumumkan, terdapat perubahan psikologis yang signifikan di tengah masyarakat Jawa Barat.

"Semenjak sayembara diumumkan, warga jadi lebih berani keluar rumah. Bahkan ada yang bercanda, nongkrong malam-malam siapa tahu bisa menangkap begal. Ini menunjukkan keberanian masyarakat mulai tumbuh," ujar Dedi Mulyadi.

Dedi menekankan bahwa rasa takut terhadap pelaku kriminal tidak boleh terus dipelihara. Ia membandingkan jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai puluhan juta jiwa dengan segelintir pelaku kejahatan yang jumlahnya jauh lebih sedikit.

"Masak psikologi masyarakat harus terganggu hanya oleh ratusan pelaku kejahatan? Jangan sampai jutaan orang takut kepada segelintir pelaku. Justru mereka yang harus takut kepada masyarakat yang bersatu melawan kejahatan," tegasnya.

Cegah Aksi Main Hakim Sendiri

Selain aspek keberanian, Dedi menjelaskan bahwa sayembara ini dirancang sebagai solusi atas maraknya aksi massa. Selama ini, warga sering kali terbawa emosi dan menghakimi pelaku pencurian karena merasa kehilangan harta benda. Dengan penghargaan dalam sayembara, masyarakat didorong untuk menyerahkan pelaku kepada pihak berwajib dalam keadaan hidup.

"Kalau pelaku berhasil ditangkap dan diserahkan ke polisi, ada penghargaan. Jadi tidak perlu dipukuli atau dihakimi. Tujuan sayembara justru untuk mencegah main hakim sendiri," jelasnya.

Dedi menceritakan pengalamannya menangani berbagai kasus pelaku kejahatan tewas akibat amukan massa, mulai dari kasus pencurian sepeda motor di Subang, pencurian kambing di Banten, hingga pencurian hasil tani di Cianjur. Ia bahkan pernah memberikan bantuan kepada keluarga pelaku sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.

"Dengan adanya sayembara, masyarakat cukup menangkap pelaku, serahkan kepada polisi, dan biarkan proses hukum berjalan. Itu justru cara terbaik untuk mencegah kekerasan," tambahnya.

Apresiasi Kinerja Kepolisian

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat juga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polda Jawa Barat dan seluruh Polres atas keberhasilan mengungkap berbagai jaringan kriminalitas secara masif. Ia mencontohkan pengungkapan jaringan begal di Sumedang dan Kota Bandung sebagai bukti nyata sinergi yang kuat antara aparat dan masyarakat.

"Kinerja Polda Jawa Barat dan seluruh Polres saat ini sangat luar biasa. Berbagai jaringan pelaku kejahatan mulai berhasil diungkap," pungkas Dedi. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |