Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dj Mapolres Purwakarta.(MI/Reza Sunarya)
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi Mapolres Purwakarta untuk memantau langsung perkembangan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan seorang petugas keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Senin (27/7).
Usai melakukan pertemuan dengan penyidik Satreskrim Polres Purwakarta, Dedi Mulyadi meminta aparat kepolisian untuk segera mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut. Menurutnya, percepatan penanganan kasus ini sangat krusial guna memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi masyarakat.
"Saya bertemu dengan Kasat Reskrim untuk menanyakan perkembangan penyelidikan. Kami meminta agar kasus ini segera terungkap karena menyangkut rasa aman masyarakat," ujar Dedi Mulyadi di Mapolres Purwakarta.
Dedi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap memberikan dukungan penuh kepada pihak kepolisian dalam proses pengungkapan kasus. Ia menilai kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum merupakan kunci utama dalam menciptakan kondusivitas di wilayah Jawa Barat.
Soroti Keamanan Objek Vital
Selain mendorong penuntasan kasus hukum, Dedi Mulyadi juga memberikan catatan serius terkait lemahnya sistem pengamanan di kawasan Bendungan Jatiluhur. Ia menekankan bahwa sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas), Jatiluhur memiliki fungsi strategis yang sangat luas, mulai dari pengendalian banjir, penyediaan listrik, irigasi pertanian, perikanan, hingga sumber air bersih.
Dedi menyayangkan minimnya fasilitas pengawasan modern, seperti kamera pengawas (CCTV), di sejumlah titik strategis kawasan bendungan tersebut. Ia pun meminta pihak pengelola, Perum Jasa Tirta (PJT), untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap protokol keamanan yang ada.
"Bendungan Jatiluhur memiliki fungsi yang sangat vital. Seharusnya ada CCTV di titik-titik penting dan memiliki command center yang dipantau selama 24 jam. Dengan begitu, setiap aktivitas dapat terawasi dan potensi ancaman bisa segera terdeteksi," tegasnya.
Gubernur berharap evaluasi ini dapat melahirkan sistem pengawasan yang lebih modern dan terintegrasi. Hal ini diharapkan mampu mencegah terjadinya gangguan keamanan serupa di masa mendatang serta melindungi aset negara yang sangat strategis tersebut. (I-2)

















































