Bupati Cianjur Respons Dugaan ASN terkait Kasus Asusila Sesama Jenis

3 hours ago 4
Bupati Cianjur Respons Dugaan ASN terkait Kasus Asusila Sesama Jenis Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian.(MI/Benny Bastiandy)

BUPATI Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengaku belum mengetahui secara mendalam mengenai ada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya yang tengah menjalani proses hukum. ASN tersebut diduga terlibat dalam kasus perbuatan asusila sesama jenis.

Menanggapi kabar tersebut, Wahyu menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mendapatkan informasi yang valid. "Coba nanti saya tanyain dulu ke rekan-rekan di Polres untuk informasinya seperti apa," ujar Wahyu saat dikonfirmasi seusai meresmikan peluncuran produk air minum dalam kemasan (AMDK) Tirta Mukti, Jumat (25/7) malam.

Terkait fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang kerap disebut sebagai ancaman nonmiliter, Wahyu menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Cianjur akan tegak lurus dengan kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi. Ia memastikan setiap tindakan yang diambil akan didasarkan pada regulasi yang berlaku.

"Pemerintah daerah tentu satu garis dengan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Kami akan menindaklanjuti di Kabupaten Cianjur agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan," tegasnya.

Wahyu juga memberikan instruksi keras kepada seluruh pegawai di setiap perangkat daerah untuk senantiasa menjunjung tinggi etika kesusilaan dan moralitas. Menurutnya, ASN memiliki tanggung jawab moral sebagai abdi negara yang menjadi teladan bagi masyarakat luas.

"Harus bekerja dengan baik serta menjaga etika kesusilaan dan moralitas agar menjadi contoh," ucap Wahyu.

Mengenai sanksi bagi yang bersangkutan, Bupati belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut. Ia memilih untuk menunggu hasil koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) guna memastikan fakta-fakta hukum yang ada.

"Kami nanti pasti akan tindak lanjuti sesuai fakta yang ada," pungkasnya.

Informasi Kasus:
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ASN tersebut merupakan seorang tenaga kesehatan (nakes) laki-laki yang bertugas di salah satu puskesmas di wilayah Cianjur. Saat ini, yang bersangkutan dilaporkan oleh korbannya ke Polres Cianjur untuk diproses lebih lanjut. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |