Enam Mahasiswa Unhas Berhasil Dievakuasi dari Goa Kalibbong Alloa

2 hours ago 3
Enam Mahasiswa Unhas Berhasil Dievakuasi dari Goa Kalibbong Alloa keenam mahasiswa menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Belae, Kecamatan Minasatene, dengan agenda pemajuan pariwisata minat khusus, mengalami kelelahan saat ke Goa Kalibbong Alloa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan(Dok.Tim SAR Sulawesi Selatan)

ENAM mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang mengalami kram kaki dan kelelahan ekstrem saat mendaki di kawasan Goa Kalibbong Alloa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, berhasil dievakuasi Tim Pencarian dan Pertolongan Gabungan, Senin (27/7). 

Proses evakuasi menghadapi kendala medan tebing terjal setinggi 25 meter yang membutuhkan teknik penurunan khusus.

Peristiwa tersebut terjadi saat keenam mahasiswa menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Belae, Kecamatan Minasatene, dengan agenda pemajuan pariwisata minat khusus.

Pada Minggu malam (26/7) sekitar pukul 21.00 WITA, mahasiswi Ine Agustina, 21, mengalami kram kaki, disusul lima rekannya, Baso Rafiansyah, Riyanti Rahmania Putri, Adel Zain Filadelfia, Mutiara Kamilah, dan, Lulu, yang mengalami kelelahan sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan dan membutuhkan bantuan medis darurat.

Laporan pertama diterima dari warga setempat, Haru Belae, pada Senin dini hari (27/7) pukul 02.30 WITA. Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar segera menggerakkan Tim Penyelamat dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, menyatakan tim diberangkatkan menggunakan truk personel yang dilengkapi peralatan komunikasi, medis, dan perlengkapan evakuasi khusus. 

Tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 04.14 WITA dan langsung berkoordinasi dengan unsur gabungan di lapangan.

Operasi evakuasi melibatkan Tim Penyelamat Basarnas Makassar, BPBD Pangkep, Kepolisian Sektor Minasatene, Potensi SAR Pangkep, organisasi Tropica, serta masyarakat setempat.

Andi Sultan menjelaskan bahwa kendala utama di lapangan adalah medan tebing terjal setinggi kurang lebih 25 meter, sehingga tim penerapkan teknik evakuasi menggunakan sistem tali untuk menurunkan seluruh korban dengan aman.

Pada pukul 09.47 WITA, enam mahasiswa berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Mereka dibawa ke Puskesmas Minasatene untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |