Garis polisi di lokasi kecelakaan.(Dok. Antara)
POLRES Metro Jakarta Timur tengah mendalami penyelidikan terkait kecelakaan lalu lintas maut yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di depan pintu masuk Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Petugas kini fokus mencari rekaman kamera pengawas (CCTV) dan saksi mata di sekitar lokasi kejadian.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Darwis Yunarta, menyatakan bahwa pencarian rekaman CCTV dilakukan untuk mengungkap kronologi peristiwa secara lebih mendalam. "Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu polisi memperoleh gambaran mengenai situasi lalu lintas dan rangkaian peristiwa sebelum kecelakaan terjadi," ujar Darwis di Jakarta, Jumat (31/7).
Kronologi dan Identitas Korban
Kecelakaan yang terjadi pada Kamis (30/7) sekitar pukul 13.30 WIB tersebut melibatkan truk boks bernomor polisi B 9601 SCJ dan sepeda motor Honda Revo bernomor polisi B 4549 TYA. Peristiwa berlangsung di Jalan Raya Bogor arah selatan, tepat di depan pintu masuk Pasar Kramat Jati.
Akibat insiden ini, pengendara sepeda motor bernama Said Muhammad (52) meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) setelah mengalami luka berat di bagian kepala. Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Polri.
Sementara itu, penumpang sepeda motor, Suryadi (43), dilaporkan selamat namun mengalami luka lecet di tangan serta memar pada kaki kanan dan kiri. Saat ini, Suryadi tengah menjalani perawatan medis di RS Polri.
Barang Bukti dan Penyelidikan
Pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan, di antaranya Satu unit Mitsubishi Truck Box (B-9601-SCJ), satu unit sepeda motor Honda Revo (B-4549-TYA), satu lembar SIM B1 Umum atas nama Apit Triawan (pengemudi truk), serta satu lembar SIM C atas nama Said Muhammad.
Hingga saat ini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Selain mencari rekaman CCTV, petugas masih melakukan pencarian saksi yang melihat langsung kejadian guna melengkapi berkas penyelidikan.
Polisi juga telah mengajukan permintaan visum et repertum (VER) kepada RS Polri untuk memastikan kondisi medis korban sebagai bagian dari prosedur penanganan perkara. Proses penyelidikan masih terus berlangsung guna memastikan penyebab pasti kecelakaan dan pihak yang bertanggung jawab. (Ant/H-3)

















































