Cabhatar Akpol Semarang Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebab

2 hours ago 3
Cabhatar Akpol Semarang Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebab Akpol Semarang.(MI/Akhmad Safuan)

AKADEMI Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah, tengah menjadi sorotan setelah seorang calon Bhayangkara Taruna (Cabhatar) berinisial AMM, 19, ditemukan dalam kondisi terluka di lingkungan kampus dan dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis pada Kamis (30/7) malam.

Korban yang berasal dari Makassar merupakan peserta pengiriman dari Polda Papua Barat Daya. AMM pertama kali ditemukan di area luar (outdoor) sekitar Gedung Werving Hoegeng, Kompleks Akpol Semarang, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, sekitar pukul 19.30 WIB.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Yuliyanto, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah ditemukan terluka, korban segera dilarikan ke RS Akpol untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

"Namun, nyawa korban tidak bisa tertolong dan dinyatakan meninggal dunia," ujar Yuliyanto pada Jumat (31/7).

Jenazah korban kemudian dikirim ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Tengah untuk proses pemulasaraan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Yuliyanto juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam dari keluarga besar Polri kepada keluarga almarhum.

Penyelidikan masih Berjalan

AMM diketahui baru saja memulai masa pendidikannya di Akpol pekan ini. Ia bersama peserta lain sedang menjalani tahapan awal pendidikan sebelum dijadwalkan mengikuti latihan integrasi bersama taruna TNI di Magelang.

Meski pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah, kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan tetap berjalan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban. Tim penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

"Saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan dengan menggali keterangan dari rekan-rekan korban yang menemukan, yang mengetahui kejadian sebelumnya, maupun mereka yang sempat berinteraksi dengan korban," tambah Yuliyanto.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab luka maupun pemicu utama kematian AMM. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan mendalam dari tim dokter RS Bhayangkara.

Catatan Redaksi: Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan medis resmi dan penyelidikan selesai dilakukan. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |