Ilustrasi(Dok Geopark Meratus)
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menyusun peta jalan (roadmap) transformasi pariwisata guna mendongkrak kontribusi sektor tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mengejar target RPJMD 2025–2029 sebesar 8,1 persen.
Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan potensi wisata Kalsel, seperti Meratus UNESCO Global Geopark. Meskipun pertumbuhan ekonomi Kalsel mencapai 5,2 persen pada 2025 dengan jutaan kunjungan wisatawan, kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah tercatat masih berada di kisaran 0,22 persen.
Gubernur Kalsel, H. Muhidin, menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata kini diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal melalui pembukaan lapangan kerja dan penguatan UMKM.
"Setiap program pembangunan yang kita laksanakan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Termasuk sektor pariwisata yang harus mampu memberikan manfaat ekonomi nyata, membuka peluang usaha, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Banua," kata Muhidin, Jumat (31/7/2026).
Perubahan Paradigma: Kejar Kualitas Kunjungan Wisatawan
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady, menjelaskan bahwa transformasi ini mengubah prioritas pembangunan dari sekadar mengejar kuantitas angka kunjungan menjadi peningkatan kualitas kunjungan wisatawan.
Iwan menyebut pariwisata sebagai sektor multilapangan yang memiliki efek berganda (multiplier effect) untuk menggerakkan usaha penginapan, transportasi, kuliner, hingga produk ekonomi kreatif di desa-desa wisata.
"Sektor pariwisata bukan sekadar tentang kunjungan orang ke tempat wisata. Pariwisata adalah multi sektor yang memiliki daya ungkit luar biasa terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Di situlah nilai ekonomi pariwisata tercipta," ujar Iwan.
Strategi Klaster dan Optimalisasi Geopark Meratus
Dalam strategi 2025–2029, Pemprov Kalsel memfokuskan pengembangan pada enam pengungkit utama, yakni Meratus UNESCO Global Geopark, destinasi prioritas, desa wisata, event unggulan, digital tourism, dan ekonomi kreatif.
Guna memeratakan dampak ekonomi, pengembangan kawasan dibagi menjadi tiga klaster utama:
- Klaster Banjarbakula: Berfokus pada gerbang utama, wisata perkotaan, dan mobilitas.
- Klaster Banua Anam: Mengandalkan Geopark Meratus, wisata alam, budaya, dan religi.
- Klaster Saijaan Bersujud: Dikembangkan untuk wisata bahari, pesisir, dan petualangan.
Iwan menambahkan, status internasional Geopark Meratus dijadikan sebagai momentum mendorong masuknya investasi, pertumbuhan UMKM, serta penguatan promosi digital berbasis kolaborasi lintas sektor.
"Kami ingin pariwisata tidak hanya menghadirkan lebih banyak wisatawan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkas Iwan.

















































