Ayah Aniaya Anak Kandung karena Ditolak Rujuk Mantan Istri

3 hours ago 4
Ayah Aniaya Anak Kandung karena Ditolak Rujuk Mantan Istri Ilustrasi.(Magnific)

SEORANG anak laki-laki berinisial R, 5, warga Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, menjadi korban penganiayaan brutal yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, Dayat alias Cepi, 28.

Aksi kekerasan tersebut terungkap setelah video penyiksaan terhadap korban viral di media sosial. Peristiwa memilukan itu diketahui terjadi pada Minggu (26/7) di kediaman pelaku yang berlokasi di Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor.

Dalam rekaman video yang beredar, pelaku terlihat melakukan tindakan keji dengan menampar, menjambak rambut, hingga memukul korban menggunakan tangan kosong. Akibat tindakan tersebut, hidung korban mengeluarkan darah sementara bocah malang itu terus menangis histeris.

Kapolres Cimahi, Ajun Komisaris Besar M. Faruk Rozi, mengonfirmasi bahwa pelaku ditangkap oleh pihak kepolisian pada Kamis (30/7) sore. Sebelum ditangkap, pelaku diduga sempat berusaha melarikan diri dan disembunyikan oleh pihak keluarganya.

"Betul, kami sudah menerima informasinya. Terduga pelaku sudah kami amankan. Saat ini pelaku masih diperiksa terkait motif dan keterangan lain," ujar Faruk Rozi, Jumat (31/7).

Motif Sakit Hati Ditolak Rujuk

Ibu korban, Rika, 23, mengungkapkan rasa hancurnya setelah melihat video penyiksaan anak semata wayangnya yang dikirimkan langsung oleh pelaku kepadanya. Rika, yang baru kembali tiga bulan lalu setelah bekerja sebagai tenaga kerja di Arab Saudi selama tiga tahun, mengecam keras tindakan mantan suaminya tersebut.

Rika menjelaskan bahwa penganiayaan bermula saat korban menolak diajak pulang ke rumah ayahnya dan lebih memilih tinggal bersama sang ibu. Pelaku yang emosi kemudian memaksa membawa korban dan melampiaskan kemarahannya di rumah.

Lebih lanjut, Rika menduga aksi kekerasan ini dipicu oleh rasa sakit hati pelaku karena ajakannya untuk rujuk ditolak. Rika mengaku bercerai dengan Dayat pada 2023 setelah membina rumah tangga sejak 2020. Ia juga kerap menjadi korban kekerasan selama pernikahan.

"Dia ingin balik lagi sama saya. Mungkin karena saya tidak mau, akhirnya anak yang jadi pelampiasan. Setelah anak saya disiksa seperti itu, saya semakin tidak mungkin kembali," tegas Rika.

Trauma Mendalam bagi Korban

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga sudah beberapa kali mengalami kekerasan dari pelaku. Namun kejadian kali ini merupakan yang paling parah hingga direkam oleh sepupu pelaku yang berada di bawah ancaman.

Saat ini, R kembali ke pelukan ibu dan neneknya. Meski kondisi fisiknya mulai membaik, pihak keluarga meyakini korban mengalami trauma psikologis yang mendalam akibat kejadian tersebut.

"Saya minta dia dihukum seberat-beratnya. Saya tidak ikhlas dengan perbuatan dia," pungkas Rika. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |