ilustrasi(Magnific)
BANYAK orang beranggapan bahwa ada jam tidur malam ideal yang berlaku sama bagi semua orang untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, para pakar kesehatan tidur mematahkan mitos tersebut dan menegaskan bahwa waktu tidur terbaik sangat bervariasi bergantung pada ritme sirkadian atau jam biologis alami masing-masing individu.
Seseorang yang bertipe early bird (bangun pagi) dan night owl (begadang) memiliki jam biologis yang berbeda. Menurut para ahli, hal terpenting bukanlah memaksakan diri tidur pada jam tertentu, melainkan menjaga konsistensi jadwal tidur dan memastikan durasi tidur terpenuhi, yaitu rata-rata 7 hingga 9 jam setiap malam untuk orang dewasa.
Faktor Kunci Kualitas Tidur yang Optimal
Selain durasi dan konsistensi jam tidur, kualitas istirahat memegang peranan sangat vital terhadap tingkat energi harian. Kualitas tidur dianggap buruk jika seseorang sering terbangun di tengah malam dalam durasi lama atau tetap merasa lelah meskipun durasi tidurnya sudah mencukupi.
Guna meningkatkan kualitas istirahat malam dan menjaga ritme sirkadian tubuh tetap stabil, para pakar menyarankan beberapa langkah praktis:
- Paparan Cahaya Pagi: Meluangkan waktu di luar ruangan saat pagi hari untuk mendapatkan sinar matahari alami guna menyetel ulang jam biologis tubuh.
- Konsistensi Durasi Tidur: Menjaga durasi tidur harian tetap stabil dengan variasi waktu tak lebih dari 30 menit setiap malamnya.
- Membatasi Stimulan: Menghindari konsumsi kafein minimal 6–8 jam dan nikotin 2 jam sebelum waktu tidur.
- Mengurangi Waktu Layar (Screen Time): Menghentikan penggunaan ponsel atau gawai menjelang tidur dan menggantinya dengan aktivitas relaksasi seperti membaca atau mandi air hangat.
- Menghindari Obsesi Tidur Sempurna: Terlalu cemas akan kualitas tidur justru memicu stres yang membuat seseorang makin sulit terlelap.
Jika seseorang telah menerapkan jadwal tidur yang konsisten dan durasi yang cukup namun tetap merasa lelah secara berkala, pakar menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau spesialis guna mendeteksi potensi gangguan tidur medis.
(eatingwell/P-4)


















































