Lionel Messi(Foto-foto dok AFP)
LIONEL Messi resmi menyudahi perjalanannya di panggung sepak bola internasional. Pemain berusia 39 tahun yang terikat kontrak dengan Inter Miami hingga 2028 tersebut mengumumkan keputusan gantung sepatu dari tim nasional Argentina pada Senin (31/8), mengakhiri pengabdian lebih dari 20 tahun membela negaranya.
Keputusan tersebut diambil usai Messi mempertimbangkan masa depannya pascameninggalnya sang ayah, Jorge, pada awal Agustus 2026. Melalui akun Instagram pribadinya, sang kapten mengonfirmasi salam perpisahannya.
"Waktu makin singkat, babak-babak perjalanan mulai tertutup, dan ini adalah salah satu babak yang sangat menyakitkan bagi saya," tulis Messi.
Messi menutup pengabdiannya bagi Albiceleste dengan rekor 125 gol dari 207 penampilan, menjadikannya pencetak gol terbanyak sekaligus pemegang caps terbanyak sepanjang sejarah Argentina. Secara keseluruhan di tingkat klub dan negara, ia telah mengemas 921 gol gabungan bersama Barcelona, Paris Saint-Germain, Inter Miami, dan timnas.
Berikut adalah ulasan momen-momen paling ikonik dalam karier sang legenda sepak bola dunia:
Ledakan Magis di Barcelona (2007–2014)
- Hat-Trick di El Clasico (10 Maret 2007): Di usia 19 tahun, Messi memborong seluruh gol Barcelona saat menahan imbang Real Madrid 3-3 di Camp Nou, termasuk gol penyeimbang di menit akhir usai meliuk melewati barisan pertahanan lawan.
- Gol Solo ala Maradona (18 April 2007): Saat menang 5-2 atas Getafe di leg pertama semifinal Copa del Rey, Messi menggiring bola dari area pertahanan sendiri, melewati lima pemain lawan dan kiper, meniru gol ikonik Diego Maradona pada Piala Dunia 1986.
- Pembuktian di Final Liga Champions (2009 & 2011): Mematahkan keraguan publik Inggris, Messi mencetak gol sundulan spektakuler pada final Liga Champions 2009 melawan Manchester United. Dua tahun kemudian, ia kembali membobol gawang skuad Sir Alex Ferguson untuk mengamankan trofi Eropa ketiganya.
- Empat Gol ke Gawang Arsenal (2010): Messi mengacak-acak pertahanan Arsenal lewat torehan empat gol dalam kemenangan 4-1 di perempat final Liga Champions, ditutup aksi chip cantik melewati Manuel Almunia.
- Rekor Top Skor Barcelona & 91 Gol Semusim (2012): Di usia 24 tahun, ia memecahkan rekor 232 gol milik Cesar Rodriguez lewat hat-trick ke gawang Granada. Di tahun kalender yang sama, ia mengukir rekor dunia Guinness dengan mencetak 91 gol (79 untuk klub, 12 untuk negara).
- Raja Gol Sepanjang Masa La Liga (22 November 2014): Lewat hat-trick ke gawang Sevilla, Messi melampaui rekor 251 gol milik Telmo Zarra yang bertahan sejak 1955. Ia mengakhiri kariernya di Spanyol dengan koleksi 474 gol La Liga.
Selebrasi Ikonik dan Perpisahan Mengharukan

Pada 23 April 2017, Messi mencetak gol ke-500 untuk Barcelona di masa injury time guna mengunci kemenangan 3-2 atas Real Madrid di Santiago Bernabeu. Momen itu dirayakan lewat selebrasi ikonik melepas dan membentangkan jerseinya di hadapan pendukung lawan.
Namun, takdir berkata lain pada Agustus 2021. Setelah 21 tahun, 672 gol, dan 35 trofi, Messi terpaksa meninggalkan Barcelona akibat krisis finansial klub dan regulasi gaji La Liga. Dalam konferensi pers perpisahan yang diwarnai air mata, ia berlabuh ke Paris Saint-Germain sebelum akhirnya hijrah ke Inter Miami.
Puncak Kejayaan Bersama Timnas Argentina

Dahaga gelar internasional Messi bersama timnas senior akhirnya terhapus pada 11 Juli 2021 usai menundukkan Brasil 1-0 pada final Copa America di Stadion Maracana. Gelar tersebut kemudian ia gandakan pada edisi Copa America 2024.
Puncak keemasannya tercipta pada final Piala Dunia 2022 di Qatar. Messi mencetak dua gol di laga final melawan Prancis serta sukses mengeksekusi penalti dalam adu penalti. Ia menyabet penghargaan pemain terbaik turnamen usai membukukan 7 gol dan memimpin Argentina menghentikan penantian trofi dunia.
Pencapaian Piala Dunia dan trofi Leagues Cup bersama Inter Miami mengantarkannya meraih trofi Ballon d'Or kedelapan pada Oktober 2023.
Pada panggung internasional terakhirnya di Piala Dunia 2026, Messi sempat memecahkan rekor gol sepanjang masa turnamen menjadi 21 gol. Meski langkah Argentina terhenti di laga final usai takluk dari Spanyol, warisan kejayaan dan profesionalisme sang GOAT akan terus tercatat dalam sejarah sepak bola dunia. (BBC/P-4)


















































