Bukan soal Skill, Ini Alasan Warga Lebih Nyaman Berobat ke Luar Negeri

2 hours ago 1
Bukan soal Skill, Ini Alasan Warga Lebih Nyaman Berobat ke Luar Negeri Sesi Diskusi di Acara The 35th Annual Scientific Meeting of the Indonesian Heart Association (ASMIHA) 2026 bertema "Beyond Borders: Trust, Training, and the Future of Indonesian Cardiology.", dengan dipimpin oleh Moderator Desi Anwar bersama para narasumbe(MI/Elisa Rosalind)

KOMPETENSI dokter di Indonesia dinilai sudah setara dengan tenaga medis di berbagai negara, namun kepercayaan publik untuk berobat di dalam negeri masih menjadi tantangan besar. Dalam ajang Annual Scientific Meeting Indonesian Heart Association (ASMIHA) 2026, terungkap bahwa sistem pelayanan dan pengalaman pasien (patient experience) menjadi alasan utama masyarakat masih memilih berobat ke luar negeri.

Kardiolog senior sekaligus Ketua Dewan Etik Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Muhammad Munawar, menegaskan bahwa kemampuan dokter domestik tidak kalah bersaing. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap profesi kedokteran dan sistem layanan kesehatan nasional.

"Kuncinya adalah trust. Yang dibutuhkan masyarakat itu kualitas dan integritas dokter itu sendiri," ujar Munawar pada Kamis (16/7). Ia menambahkan bahwa banyak rumah sakit di Indonesia sebenarnya telah memenuhi standar internasional, namun persepsi publik belum sepenuhnya selaras dengan realitas tersebut.

Senada dengan hal itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Sunarto, menyebutkan bahwa keputusan pasien mencari pengobatan ke luar negeri lebih dipengaruhi oleh pengalaman selama menerima layanan. Hal ini mencakup keramahan tenaga kesehatan, ketepatan diagnosis, hingga kecepatan proses administrasi.

Sunarto mengakui bahwa aspek kenyamanan dan efisiensi masih menjadi tantangan bagi sistem kesehatan di tanah air. "Patient experience mencakup berbagai aspek sejak pasien datang, mulai dari kemudahan administrasi hingga kenyamanan fasilitas yang tersedia," jelasnya.

Menanggapi situasi ini, Kementerian Kesehatan tengah melakukan transformasi layanan kesehatan secara menyeluruh. Langkah yang diambil meliputi digitalisasi pelayanan, peningkatan fasilitas kesehatan, serta penyederhanaan alur birokrasi agar masyarakat mendapatkan pengalaman berobat yang lebih baik dan efisien.

Peningkatan kepercayaan publik diharapkan dapat menekan angka masyarakat yang berobat ke luar negeri. Solusi yang ditawarkan mencakup dua pendekatan, menjaga kualitas serta etika profesi tenaga medis, sekaligus membenahi sistem pelayanan agar lebih cepat, nyaman, dan merata di seluruh wilayah Indonesia. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |