Bencana Kabut Asap Karhutla, Siak akan Gelar Salat Minta Hujan

1 hour ago 2
Bencana Kabut Asap Karhutla, Siak akan Gelar Salat Minta Hujan Ilustrasi(MI/Rudi Kurniawansyah)

PEMERINTAH Kabupaten Siak menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) Siak untuk menggelar Salat Istisqa atau salat sunnah memohon hujan. Hal itu terkait bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Riau dan menyebabkan kualitas udara memburuk hingga level berbahaya.

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, Salat Istisqa akan dilaksanakan bersama ASN, pelajar, hingga santri di Kabupaten Siak pada Rabu (26/8).

“Insya Allah hari Rabu, tanggal 26 Agustus, seluruh pegawai ASN dan non ASN yang beragama Islam diimbau untuk melaksanakan Salat Sunah Istisqa yang dipusatkan di halaman Mesjid Islamic Center Siak. Selain itu untuk pelajar serta santri di seluruh pesantren, bersama masyarakat di wilayah masing-masing. Ini bentuk ikhtiar semoga Allah Taala menurunkan hujan, agar karhutla khususnya di lahan gambut bisa segera padam dan semua petugas lapangan diberi keselamatan,” kata Afni, Selasa (25/8).

Ia berharap Allah SWT segera menurunkan hujan, terutama di lokasi-lokasi yang masih dilanda Karhutla. Selain yang beragama Islam, Afni juga mengimbau pemuka lintas agama juga melaksanakan doa bersama. Hujan diharapkan dapat membantu pemadaman titik api karhutla sekaligus mengurangi kepungan asap yang berdampak hingga ke Siak.

“Siak sudah lebih 35 hari tidak turun hujan dan dikepung asap kiriman. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, segera menurunkan hujan di lokasi-lokasi titik api. Semoga asap segera pergi,” ujarnya.

Pelaksanaan Salat Istisqa tingkat Kabupaten Siak, kata Afni, dipusatkan di halaman Masjid Sultan Syarif Hasyim Islamic Center pada pukul 08.00 WIB hingga selesai. Bertindak sebagai imam yakni H. Mukhtar Abdul Karim Alhafiz, sedangkan khatib adalah Dr. H. Muhammad Fakhri, M.Ag.

Salat Istisqa juga akan dilaksanakan secara serentak di seluruh kecamatan se-Kabupaten Siak. Lokasi dan pelaksanaannya menyesuaikan dengan ketentuan masing-masing wilayah.

Tak hanya melalui Salat Istisqa, upaya menghadapi persoalan karhutla dan asap juga akan dibawa ke masjid-masjid melalui materi khutbah Jumat. 

“Insya Allah Jumat, tanggal 28 Agustus, materi khutbah Jumat oleh MUI diinstruksikan ke semua khatib untuk mengingatkan kembali Fatwa MUI nomor 30 tahun 2016 tentang hukum haram membakar hutan dan lahan," ujarnya.

Kualitas Udara terus Memburuk

Sejak Senin (24/8) sore, kualitas udara di Kabupaten Siak berada pada kategori tidak sehat. Hingga malam di beberapa Kecamatan bahkan sudah masuk kategori berbahaya. Kondisi ini membuat pemerintah daerah menyiapkan langkah pembatasan aktivitas, termasuk meliburkan sekolah jika kualitas udara tetap berada pada level tersebut.

Ia mengatakan kondisi kualitas udara menjadi perhatian serius pemerintah daerah. ISPU terus dipantau secara berkala. Meski tidak terdapat titik api atau firespot, kualitas udara menjadi tidak sehat di Siak akibat mendapat kiriman asap dari wilayah tetangga yang dilanda karhutla.

“Jika ISPU dilaporkan secara terus menerus dalam status tidak sehat, kami tentu akan mengambil langkah-langkah yang terukur. Misalnya dengan meliburkan sekolah dan atau meminta pembatasan kegiatan di luar,” pungkasnya.(RK/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |