Apa Isi Kesepakatan Baru Hamas dan Faksi Palestina soal Gencatan Senjata Gaza?

6 hours ago 2
Apa Isi Kesepakatan Baru Hamas dan Faksi Palestina soal Gencatan Senjata Gaza? Warga Palestina berlari mencari perlindungan saat asap dan api mengepul selama serangan Israel di Masjid Al-Muttaqin di Kota Gaza pada 28 Juli 2026.(Omar al-Qattaa/AFP)

HAMAS dan sejumlah faksi Palestina menyepakati peta jalan implementasi tahap kedua perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza. Kesepakatan itu mencakup proses bertahap inventarisasi dan penyimpanan senjata sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan mendukung rekonstruksi wilayah.

Laporan televisi pemerintah Mesir, Jumat (31/7), menyebutkan proses tersebut akan dimulai setelah National Committee dan International Stabilisation Force memasuki Jalur Gaza. Komite Nasional nantinya bertugas mengawasi inventarisasi dan penyimpanan senjata dengan pemantauan komite verifikasi internasional serta melibatkan berbagai faksi Palestina.

Respons Israel

Meski demikian, pejabat Hamas, Hamad, menegaskan organisasinya tidak akan menjalankan bagian mana pun dari kesepakatan apabila Israel gagal memenuhi kewajibannya.

"Hamas tidak akan melaksanakan bagian apa pun dari perjanjian jika pasukan Israel gagal memenuhi kewajiban mereka," ujar Hamad.

Ia menambahkan, pelucutan senjata hanya dapat dilakukan apabila Israel menarik pasukannya dari Jalur Gaza dan proses rekonstruksi wilayah Palestina benar-benar berjalan.

Hingga kini pemerintah Israel belum memberikan tanggapan atas kesepakatan tersebut.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai keberhasilan Board of Peace, lembaga yang dibentuk untuk mengawasi tata kelola Gaza pada masa transisi.

"Perjanjian ini merupakan langkah penting menuju Gaza yang akhirnya dikelola oleh pemerintahan Palestina yang baru dan bekerja sama erat dengan Board of Peace untuk membantu rakyat Palestina. Pada saat yang sama, Israel akan memperoleh keamanan yang layak, dengan Gaza tidak lagi digunakan sebagai basis serangan teror," tulis Trump melalui platform Truth Social.

Isi Perjanjian

Salinan dokumen perjanjian yang diperoleh Al-Jazeera menyebutkan proses pelucutan senjata akan dimulai setelah National Committee dan International Stabilisation Force memasuki Jalur Gaza. Selanjutnya, National Committee akan memimpin proses inventarisasi dan penyimpanan senjata dengan pengawasan komite verifikasi internasional serta melibatkan berbagai faksi Palestina.

Dokumen tersebut juga mengaitkan pelucutan senjata dengan penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza. Seluruh persenjataan tidak akan diserahkan kepada Israel maupun pihak non-Palestina. Sebaliknya, National Committee akan menjadi satu-satunya otoritas yang menyimpan dan mengendalikan seluruh senjata di Jalur Gaza.

Seorang pejabat Board of Peace (BoP) mengonfirmasi bahwa Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya akan menyerahkan persenjataan kepada National Committee yang akan mengelola Gaza. Senjata milik kepolisian akan diserahkan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penghentian penggunaan senjata berat hingga seluruh aktivitas militer di Gaza dihentikan secara bertahap.

Trump menyatakan proses pelucutan senjata merupakan bagian dari perjanjian gencatan senjata yang dimediasinya pada Oktober lalu untuk mengakhiri perang di Gaza.

Namun, di tengah kesepakatan tersebut, kekerasan masih berlanjut. Israel dilaporkan berulang kali melanggar gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober 2025. Sejak itu, lebih dari 1.200 warga Palestina dilaporkan tewas, sementara enam warga lainnya, termasuk dua anak-anak, kembali menjadi korban serangan Israel pada Kamis (30/7). (Al-Jazeera/China Daily/B-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |