Potret udara kehancuran dahsyat di kawasan Caraballeda dan Caribe di kota pesisir La Guaira, Venezuela (04072026), wilayah paling parah terdampak dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5.(Anadolu Agency/Cem Tekkeşinoğlu )
PEMERINTAH Yordania berhasil mengevakuasi 21 warga negaranya dari Venezuela menyusul gempa bumi dahsyat yang mengguncang negara Amerika Selatan tersebut. Operasi evakuasi ini diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania pada Minggu (5/7) sebagai bagian dari respons darurat pascabencana.
Seluruh warga yang dievakuasi telah tiba dengan selamat di Amman menggunakan pesawat angkut C-17 milik Angkatan Udara Qatar. Proses pemulangan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Kementerian Luar Negeri Yordania, Angkatan Bersenjata Yordania, serta pemerintah Venezuela dan Qatar.
Sebelumnya, pesawat yang sama telah dikerahkan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan, perlengkapan medis, dan bahan pangan dari Yordania menuju ibu kota Venezuela, Caracas, pada Kamis (2/7). Secara total, Yordania bersama Qatar mengirimkan dua pesawat bantuan pada Kamis dan Jumat dengan total muatan mencapai 52 ton.
Bantuan tersebut mencakup peralatan medis khusus untuk penanganan korban luka, obat-obatan, bahan makanan pokok, serta paket bantuan darurat bagi masyarakat terdampak. Selain logistik, Yordania juga menerjunkan tim pencarian dan penyelamatan (SAR) yang terdiri atas 100 personel untuk membantu operasi tanggap darurat di lokasi bencana.
Kondisi di Venezuela dilaporkan sangat memprihatinkan setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah utara Caracas pada pekan lalu. Bencana ini menyebabkan kerusakan infrastruktur yang masif di sejumlah daerah pemukiman.
Hingga Sabtu (4/7), otoritas Venezuela mencatat jumlah korban meninggal dunia telah meningkat tajam menjadi 2.954 orang. Sementara itu, sebanyak 16.592 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan memerlukan penanganan medis segera.
Hingga saat ini, operasi evakuasi dan penyaluran bantuan internasional masih terus berlangsung. Tim gabungan di lapangan tetap fokus pada upaya pencarian korban yang mungkin masih tertimbun serta pemulihan wilayah-wilayah yang terdampak paling parah oleh guncangan gempa tersebut. (Xinhua/Fer/I-1)

















































