Menteri Investasi Temukan Wajah Baru Hilirisasi Berkelanjutan di Nursery PT Vale

4 hours ago 2
Menteri Investasi Temukan Wajah Baru Hilirisasi Berkelanjutan di Nursery PT Vale Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani (tengah) berkunjung ke nursery PT Vale Indonesiam(Mi/Lina Herlina)

DI balik deru mesin dan megahnya infrastruktur industri pengolahan nikel di Morowali, Sulawesi Tengah, terdapat pemandangan yang tidak terduga. Ribuan bibit pohon tumbuh subur di lahan pembibitan, berjejer rapi di antara kawasan tambang.

Di sinilah, di tengah nursery PT Vale Indonesia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menyampaikan pesan penting tentang arah baru investasi nasional, bahwa industri yang kuat adalah industri yang tumbuh berdampingan dengan lingkungan dan masyarakat.

Kunjungan Rosan ke Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, yang dilakukan sehari setelah seremoni kedatangan autoclave, peralatan utama proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL), menjadi momen penegasan bahwa agenda hilirisasi tidk lagi hanya soal nilai tambah ekonomi semata, melainkan juga tentang warisan pembangunan berkelanjutan.

Nursery di Tengah Raksasa Industri

Didampingi Managing Director Danantara Asset Management, Febriany Eddy, serta jajaran Danantara lainnya, Rosan disambut langsung oleh CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, dan Chief Project Officer Muhammad Asril, beserta manajemen perusahaan.

Rombongan tidak hanya meninjau lokasi yang diberi nama jetty, dan infrastruktur strategis proyek, tetapi juga menyempatkan diri melihat dari udara aktivitas penambangan yang berlangsung berdampingan dengan kawasan hijau.

Namun, perhatian utama tertuju pada fasilitas nursery, yang merupakan. pusat pembibitan tanaman yang menjadi tulang punggung program rehabilitasi dan reklamasi lahan pascatambang. Bernardus Irmanto memaparkan secara rinci bahwa nursery ini bukan sekadar tempat pembibitan.

"Ini adalah simbol pendekatan jangka panjang kami dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke seluruh siklus bisnis," ujarnya.

Mulai dari pengelolaan sediment pond, rehabilitasi lahan, hingga pelestarian ekosistem, semua dijalankan sebagai bagian dari komitmen bahwa pertambangan dan kelestarian lingkungan dapat berjalan seiring.

Harus Dijaga

Di tengah hamparan pembibitan, Rosan menyampaikan apresiasinya secara gamblang.

"Saya sangat senang dan berbahagia dapat melihat langsung lokasi PT Vale di Morowali, " tegasnya. 

"Hal yang paling saya perhatikan adalah bagaimana aspek sustainability yang menjaga keseimbangan antara lingkungan dan sosial sangat diperhatikan di sini. Kita melihat adanya fasilitas pembibitan, serta penerapan best mining practices dengan standar internasional. Harapannya, hal tersebut dapat terus dijaga," sambungnya.

Lebih dari sekadar pujian, pernyataan Rosan mencerminkan pergeseran paradigma dalam kebijakan investasi Indonesia. Di tengah gencarnya dorongan hilirisasi, pemerintah mulai memberikan perhatian serius pada kualitas investasi, bukan sekadar nilai nominal, tetapi juga dampak lingkungan dan sosial yang dihasilkan. 

"Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menjaga keselarasan dari segi bisnis itu sendiri, baik dari aspek ESG maupun dari sisi masyarakat di sekitarnya. Dengan begitu, investasi yang masuk dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, bukan hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi daerah dan masyarakat," tambahnya.

Pilot Project

Apresiasi juga datang dari Komisaris Utama PT Vale Indonesia, Fauzambi Syahrul Multhazar, yang menilai proyek ini sebagai percontohan yang patut dicontoh.

"Saya menilai proyek ini dipersiapkan dengan baik, direncanakan dengan baik, dan akan dieksekusi dengan baik. Tentunya, proyek ini juga berjalan seiring dengan arah hilirisasi pemerintah. Morowali, menurut saya, menjadi pilot project yang baik," ujarnya.

Pernyataan itu menggarisbawahi bahwa keberhasilan hilirisasi tak hanya diukur dari keberadaan smelter atau HPAL, tetapi juga dari kesiapan ekosistem pendukung, termasuk pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Hilirisasi sebagai Warisan

Bagi PT Vale, proyek di Morowali bukan sekadar pembangunan pabrik pengolahan mineral. Ini adalah upaya membangun warisan pembangunan yang mampu memberikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat untuk jangka panjang.

Di saat dunia semakin menuntut praktik bisnis yang bertanggung jawab, kehadiran nursery di tengah kawasan industri Morowali menjadi pengingat bahwa pertambangan masa depan adalah pertambangan yang menghijau. Di sinilah, di antara ribuan bibit yang tumbuh, Menteri Investasi menemukan salah satu kunci utama hilirisasi berkelanjutan, bahwa nilai tambah terbesar bukan hanya dihasilkan dari bijih nikel yang diolah, tetapi dari ekosistem yang dijaga dan masa depan yang dirawat. (LN/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |