Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin HPV sebelum pelayanan imunisasi HPV di Kantor Dinas Kesehatan Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026).(ANTARA/NOVRIAN ARBI )
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi generasi muda, dengan memperkuat sinergi lintas sektor. Langkah strategis ini diambil guna memastikan kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Human Papillomavirus (HPV) tahun 2026.
Penguatan koordinasi ini melibatkan berbagai instansi terkait, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, hingga jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan desa. Sinergi ini dianggap krusial mengingat target sasaran imunisasi HPV adalah siswi sekolah dasar yang memerlukan pendekatan edukatif dan sosialisasi yang masif kepada orang tua.
Pentingnya Imunisasi HPV bagi Generasi Muda
Imunisasi HPV merupakan langkah preventif yang sangat efektif untuk melindungi anak perempuan dari risiko kanker serviks di masa depan. Pemkab Buleleng memandang program ini sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Melalui program BIAS HPV 2026, pemerintah daerah berupaya memberikan perlindungan sedini mungkin. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, diharapkan angka kasus kanker leher rahim di wilayah Buleleng dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa dekade mendatang.
Strategi Sinergi Lintas Sektor
Untuk mencapai target cakupan yang maksimal, Pemkab Buleleng menerapkan beberapa strategi utama, di antaranya:
- Sosialisasi Terpadu: Melibatkan pihak sekolah dan komite untuk memberikan pemahaman yang benar kepada orang tua siswa mengenai keamanan dan manfaat vaksin HPV.
- Validasi Data Sasaran: Sinkronisasi data antara Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk memastikan seluruh siswi yang memenuhi syarat terdaftar sebagai penerima imunisasi.
- Pendekatan Kewilayahan: Menggerakkan peran aktif camat dan kepala desa untuk memantau pelaksanaan imunisasi di wilayah masing-masing, termasuk menjangkau anak-anak yang mungkin tidak bersekolah di jalur formal.
Komitmen Keberlanjutan
Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan bahwa kesuksesan BIAS HPV 2026 bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan tanggung jawab bersama. Dukungan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama juga diharapkan dapat meminimalisir hambatan sosial atau keraguan di tengah masyarakat terkait program vaksinasi ini.
Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang solid, Pemkab Buleleng optimis dapat mencapai target nasional dan menjadikan Buleleng sebagai daerah yang proaktif dalam pencegahan penyakit menular dan kanker melalui program imunisasi yang terencana dengan baik.

















































