Kreator Konten Mama Firda Ungkap Kunci Personal Branding yang Membuat Review Produk Lebih Dipercaya Netizen

3 hours ago 2
Kreator Konten Mama Firda Ungkap Kunci Personal Branding yang Membuat Review Produk Lebih Dipercaya Netizen Ilustrasi(Dok Istimewa)

Di tengah semakin banyaknya kreator konten yang bermunculan di media sosial, membangun personal branding menjadi salah satu faktor penting agar mampu bertahan dan mendapatkan kepercayaan audiens. Tidak sedikit kreator yang berhasil memperoleh jutaan penonton, tetapi gagal mempertahankan kredibilitas karena dinilai kurang konsisten atau terlalu sering mempromosikan produk tanpa memberikan ulasan yang objektif.

Bagi Subaida, yang lebih dikenal dengan nama Mama Firda, personal branding bukan sekadar membangun popularitas, melainkan tentang bagaimana menciptakan identitas yang mampu membuat audiens percaya terhadap setiap konten yang dibagikan. Berkat prinsip tersebut, kreator konten asal Jember, Jawa Timur, ini berhasil membangun komunitas yang loyal melalui akun TikTok @mamafirda01 dengan lebih dari 767,9 ribu pengikut.

Mama Firda dikenal lewat konten bertema beauty, foodies, dan lifestyle yang dikemas sederhana, apa adanya, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Konsistensinya dalam berkarya membawanya meraih berbagai pencapaian, mulai dari menjadi Top 1 Affiliate dengan penjualan terbanyak di Indonesia, mendapatkan undangan ke kantor TikTok Indonesia, memperoleh reward perjalanan ke luar negeri, hingga dinobatkan sebagai Best Creator oleh salah satu brand kecantikan ternama di Indonesia.

Menurut Mama Firda, menjadi reviewer produk bukan hanya soal memiliki banyak pengikut. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun citra yang membuat orang percaya terhadap setiap rekomendasi yang diberikan.
“Followers itu tidak hanya melihat produknya, tetapi juga melihat siapa yang merekomendasikan. Makanya personal branding itu penting sekali kalau ingin menjadi reviewer yang dipercaya,” ujar Mama Firda.

Salah satu hal yang membuat personal branding Mama Firda semakin mudah dikenali adalah penampilannya yang konsisten mengenakan emas berukuran besar di hampir setiap konten. Mulai dari kalung, gelang, hingga cincin, aksesori tersebut bukan sekadar pelengkap penampilan, tetapi telah menjadi identitas visual yang melekat di benak para pengikutnya.

 Menurut Mama Firda, penggunaan perhiasan emas berukuran besar bukan bertujuan untuk menunjukkan kemewahan, melainkan sebagai ciri khas agar penonton lebih mudah mengenali sosoknya ketika video muncul di beranda media sosial. 

“Personal branding itu bukan hanya soal cara bicara atau isi konten, tetapi juga bagaimana orang langsung ingat sama kita hanya dari penampilan. Saya memilih memakai emas besar karena itu sudah menjadi ciri khas saya dan ternyata banyak followers yang langsung mengenali saya dari situ,” ujar Mama Firda.

Berikut sejumlah kunci membangun personal branding sebagai reviewer 
produk yang dibagikan Mama Firda.

1. Jadilah Diri Sendiri, Jangan Menciptakan Karakter Palsu

Mama Firda menilai banyak kreator pemula terlalu sibuk mengikuti gaya kreator lain yang sedang viral. Padahal, menurutnya, penonton justru lebih menyukai sosok yang tampil apa adanya.

Sejak awal membuat konten, Mama Firda memilih mempertahankan gaya bicara yang sederhana, ekspresi yang natural, serta kebiasaan khas yang muncul secara spontan di setiap video. Ucapan “di galoy… galoy…” yang sering terlontar dalam videonya bahkan menjadi ciri khas yang kini mudah dikenali oleh para pengikutnya.

Menurutnya, karakter yang lahir secara alami akan jauh lebih kuat dibandingkan karakter yang dibuat hanya demi mengikuti tren.
“Kalau kita menjadi orang lain, pasti capek menjalaninya. Tapi kalau menjadi diri sendiri, orang juga akan lebih mudah percaya,” katanya.

2. Bangun Kepercayaan Sebelum Mengejar Penjualan

Sebagai seorang reviewer sekaligus affiliate, Mama Firda mengaku tidak pernah menjadikan penjualan sebagai tujuan utama. Ia selalu berusaha memastikan bahwa produk yang dipromosikan memang pernah dicoba dan sesuai dengan kebutuhannya. Dengan begitu, ia dapat memberikan ulasan berdasarkan pengalaman pribadi, bukan sekadar membaca informasi dari produsen.

Menurutnya, kepercayaan yang dibangun dalam jangka panjang jauh lebih berharga dibandingkan keuntungan sesaat. “Kalau followers sudah percaya, mereka akan kembali lagi menonton konten kita. Tapi kalau sekali saja merasa dibohongi, kepercayaan itu sulit dikembalikan,” ujarnya.

3. Konsisten dengan Niche Konten

Mama Firda mengungkapkan bahwa salah satu kesalahan yang sering dilakukan kreator baru adalah terlalu sering berganti konsep demi mengikuti tren.

Padahal, algoritma media sosial akan lebih mudah mengenali identitas seorang kreator apabila memiliki tema yang konsisten.
Karena itu, sejak awal Mama Firda memilih fokus pada konten beauty, foodies, dan lifestyle yang memang sesuai dengan kesehariannya. Konsistensi tersebut membuat audiens memahami karakter kontennya dan mengetahui apa yang bisa mereka harapkan dari setiap unggahan.

4. Bangun Kedekatan dengan Audiens

Menurut Mama Firda, personal branding tidak hanya dibangun melalui video, tetapi juga melalui cara berinteraksi dengan para pengikut.
Ia berusaha membaca komentar, menjawab pertanyaan, hingga mendengarkan masukan dari audiens mengenai konten yang ingin mereka lihat berikutnya.
Dengan cara tersebut, hubungan antara kreator dan pengikut terasa lebih dekat sehingga tercipta komunitas yang loyal.

“Followers itu bukan hanya angka. Mereka adalah orang-orang yang memberikan kepercayaan kepada kita. Jadi harus dijaga komunikasi dengan baik,” tuturnya.

5. Jangan Takut Menunjukkan Proses

Mama Firda percaya bahwa audiens saat ini lebih menyukai perjalanan dibandingkan kesempurnaan. Ia tidak pernah ragu memperlihatkan aktivitas sehari-harinya sebagai seorang ibu melalui konten A Day in My Life yang menjadi salah satu ciri khasnya.

Kesederhanaan itulah yang membuat banyak orang merasa dekat dengannya. Menurut Mama Firda, konten yang memperlihatkan proses akan lebih mudah membangun koneksi emosional dibandingkan hanya menampilkan hasil akhir.

6. Jaga Reputasi di Setiap Kerja Sama

Semakin banyak pengikut biasanya akan semakin banyak pula tawaran kerja sama dari berbagai brand. Namun, Mama Firda mengaku tidak menerima semua tawaran tersebut. Ia memilih bekerja sama dengan produk yang sesuai dengan karakter kontennya agar personal branding yang telah dibangun tetap terjaga.

“Saya ingin followers tahu kalau saya memilih produk karena memang percaya kualitasnya, bukan hanya karena dibayar,” ungkapnya.

Prinsip tersebut menjadi salah satu alasan mengapa tingkat kepercayaan audiens terhadap kontennya tetap tinggi, bahkan mengantarkannya menjadi Top 1 Affiliate Indonesia.

7. Konsisten Berkarya Meski Hasil Belum Terlihat

Bagi Mama Firda, personal branding tidak dibangun dalam hitungan hari. Dibutuhkan waktu, konsistensi, dan kesabaran agar seseorang dikenal karena kualitas kontennya.

Ia mengingat kembali masa-masa awal ketika videonya hanya ditonton sedikit orang. Saat itu, ia memilih terus belajar dan memperbaiki kualitas konten dibandingkan menyerah.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Selain memiliki ratusan ribu pengikut, Mama Firda juga berhasil meraih berbagai pencapaian yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.

“Saya hanya lulusan SD dan pernah tidak diizinkan menjadi konten kreator. Tapi saya percaya kalau terus belajar dan konsisten, pasti ada hasilnya. Personal branding itu dibangun dari kebiasaan baik yang kita lakukan setiap hari,” kata Mama Firda.

Menurutnya, menjadi reviewer produk yang dipercaya bukan berarti harus memiliki peralatan mahal atau mengikuti semua tren yang sedang viral. Yang jauh lebih penting adalah menjaga kejujuran, konsistensi, dan identitas diri di setiap konten yang dibuat.

Perjalanan Mama Firda dari seorang ibu rumah tangga hingga menjadi kreator yang pernah meraih predikat Top 1 Affiliate Indonesia, memperoleh penghargaan Best Creator, diundang ke TikTok Indonesia, serta mendapatkan berbagai kepercayaan dari brand nasional menjadi bukti bahwa personal branding yang kuat mampu membuka banyak peluang.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |