Waspada Risiko Mata Minus pada Anak Akibat Gadget dan Cara Mencegahnya

2 weeks ago 15
Waspada Risiko Mata Minus pada Anak Akibat Gadget dan Cara Mencegahnya Ilustrasi(magnific)

PENGGUNAAN perangkat digital atau gadget pada anak kini telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari, mulai dari kebutuhan belajar hingga hiburan. Namun, di balik kemudahan tersebut, para orang tua diingatkan untuk tetap waspada terhadap dampak jangka panjang pada kesehatan mata anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Dokter spesialis mata Siloam Heart Hospital, dr. Saskia Nassa Mokoginto, Sp.M, menekankan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan secara signifikan, terutama mata minus atau miopia.

Hal ini ia sampaikan dalam sesi Health Talk bertajuk “Anak Makin Dekat dengan Gadget, Apakah Matanya Baik-Baik Saja?” pada Media Gathering – Heart Care Day 2026 di Siloam Heart Hospital, Cinere, Depok, Sabtu (4/7). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah dokter spesialis Siloam Heart Hospital yang membahas berbagai isu kesehatan jantung dan keluarga.

“Memang tidak mungkin melarang anak menggunakan gadget karena sudah menjadi bagian dari kehidupan sekarang. Tetapi, pada anak-anak ada hal-hal yang harus benar-benar diperhatikan karena mata mereka masih dalam masa pertumbuhan,” ujar dr. Saskia.

MI/HO--Sesi Health Talk bertajuk “Anak Makin Dekat dengan Gadget, Apakah Matanya Baik-Baik Saja?” pada Media Gathering – Heart Care Day 2026 di Siloam Heart Hospital, Cinere, Depok, Sabtu (4/7).

Urgensi Kesehatan Mata Anak di Indonesia

Kondisi kesehatan mata anak di Indonesia saat ini memerlukan perhatian serius. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, jutaan anak tercatat mengalami gangguan penglihatan, namun mayoritas belum mendapatkan penanganan yang tepat.

Indikator Data / Statistik
Jumlah anak dengan kelainan refraksi Sekitar 3,5 juta anak
Rasio anak yang belum mendapat koreksi mata 3 dari 4 anak
Tren pasca-pandemi Covid-19 Meningkat tajam secara global

Fase Pertumbuhan Mata dan Risiko Gadget

Dr. Saskia menjelaskan bahwa perkembangan bola mata manusia berlangsung sangat pesat sejak lahir hingga usia tiga tahun, dan terus berkembang hingga usia dewasa. Pada periode ini, mata membutuhkan stimulasi yang tepat.

Kebiasaan menatap layar dalam jarak dekat dan durasi yang lama memaksa mata bekerja ekstra keras untuk mempertahankan fokus. Jika pola ini terus berulang, risiko miopia akan meningkat, terutama saat bola mata masih dalam fase pertumbuhan. Meskipun faktor keturunan (genetik) berpengaruh, dr. Saskia menegaskan bahwa anak tanpa riwayat keluarga mata minus pun tetap berisiko jika terpapar gadget secara berlebihan.

“Kalau orangtuanya minus, kemungkinan anaknya memang lebih besar mengalami minus. Tetapi anak yang tidak memiliki faktor keturunan pun tetap bisa mengalami minus apabila terus-menerus bermain handphone,” jelasnya.

Langkah Pencegahan bagi Orang Tua

Untuk menjaga kesehatan mata anak, dr. Saskia memberikan beberapa rekomendasi praktis yang dapat diterapkan oleh orang tua di rumah:

  • Metode Istirahat Mata: Setelah menggunakan gadget, biasakan anak melihat objek berjarak sekitar enam meter selama minimal 20 detik.
  • Aktivitas Luar Ruangan: Mengalihkan perhatian anak ke aktivitas fisik di luar ruangan sangat penting agar mata dapat melihat objek dengan jarak yang bervariasi.
  • Skrining Dini: Melakukan pemeriksaan mata dan pendengaran sejak bayi, tidak hanya terbatas pada pemeriksaan kesehatan umum oleh dokter anak.

Sebagai penutup, dr. Saskia menekankan bahwa kunci utama perlindungan mata anak terletak pada pengawasan.

“Yang paling penting adalah pengawasan dari orang tua. Anak yang memiliki riwayat keluarga dengan mata minus maupun yang tidak, sama-sama berisiko jika penggunaan gadget tidak dibatasi,” pungkasnya. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |