Warisan Turun-temurun, Tradisi Menikmati Teh Poci bagi Masyarakat Tegal tidak Sekadar Kebiasaan

1 day ago 2
Warisan Turun-temurun, Tradisi Menikmati Teh Poci bagi Masyarakat Tegal tidak Sekadar Kebiasaan Suasana dialog “Tradisi Maca Karo Moci dan Moci Karo Maca”di Gedung DPRD Kota Tegal.(MI/SUPARDJI RASBAN)

TRADISI menikmati teh poci bagi masyarakat Tegal dan sekitarnya di Jawa Tengah, tidak sekadar menjadi kebiasaan masyarakat. Namun,  juga mengandung nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, penghormatan kepada tamu serta menjadi media silaturahmi yang diwariskan secara turun-temurun.

Hal itu disampaikan Budayawan Pantura, Atmo Tan Sidik, saat diskusi yang disiarkan secara langsung/siniar dengan tema  “Tradisi Maca Karo Moci dan Moci Karo Maca” (Tradisi Membaca dengan Minum Teh Poci dan Minum Teh Poci  Sambil Membaca) di Gedung DPRD Kota, Tegal, Kamis (23/7).

 Atmo Tan Sidik menuturkan tradisi tersebut merupakan salah satu kekayaan budaya Kota Tegal dan sekitarnya yang meliputi Kota/Kabupaten Tegal dan Brebes.

“Tradisi atau budaaya itu harus terus dikenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman dan budaya modern,” ujar Atmo Tan Sidik.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal , Erni Ratnani, menilai pelestarian budaya daerah membutuhkan dukungan semua pihak. DPRD ingin menghadirkan ruang edukasi yang mudah diakses masyarakat sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan berbagai potensi budaya lokal.

“Berdasarkan Surat Sekretariat DPRD Kota Tegal Nomor 400.6/399 tertanggal 22 Juli 2026, podcast ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi budaya kepada masyarakat.,” ujar Erni.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Tegal, Andri Yudi Setiawan, menjelaskan pentingnya dokumentasi serta pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas daerah. 

“Tradisi lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi perlu terus dicatat, dipublikasikan, dan dikenalkan kepada masyarakat agar tidak hilang ditelan perubahan zaman,” jelas Andri.

Melalui dialog yang interaktif, para narasumber juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenal budaya lokal sebagai warisan masa lalu, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari yang tetap relevan di era digital. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |