Transformasi Digital Indonesia Cepat, AI Berpotensi Menjadi Enabler Riset dan Pendidikan

2 weeks ago 15
Transformasi Digital Indonesia Cepat, AI Berpotensi Menjadi Enabler Riset dan Pendidikan Ilustrasi(MI/INDRASTUTI)

FENOMENA pergeseran lanskap pekerjaan akibat kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), bukan hanya menjadi isu domestik di Indonesia, melainkan tantangan global yang dihadapi oleh seluruh negara.  Perkembangan artificial intelligence dipandang sebagai pisau bermata dua, memangkas sekaligus membuka kesempatan kerja baru. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Fauzan Adziman mengatakan, perubahan ini harus dilihat sebagai satu kesatuan ekosistem yang utuh, bukan sekadar ancaman hilangnya lapangan kerja.

"Tetapi ini memang membutuhkan transformasi yang satu-kesatuan. Jadi pendidikan kita, dulu kita fokus pada pendidikan yang formal. Ini tetap menjadi hal penting, tetapi kami juga mulai melihat di peta jalan yang kami bangun bahwa pendidikan non formal menjadi kunci," jelas Fauzan di sela acara Pacific Asia Conference on Information Systems (PACIS) 2026 yang berlangsung di Jakarta, (6/7).

Pemanfaatan AI dipandang penting karena kemampuannya dalam menghadirkan solusi yang lebih murah dan efisien, terutama di dunia kerja dan sektor pendidikan. Dalam bidang pendidikan, AI memungkinkan akses informasi yang jauh lebih cepat bagi masyarakat.

"Transformasi digital kita cepat. Tinggal kita bagaimana memanfaatkan AI ini," kata dia. 

"Banyak solusi AI itu sebetulnya bisa mempermurah solusi. Jadi misalkan pendidikan. Sekarang kalau lewat AI, Orang kan bisa nanya lebih cepat, internet sekarang ada dimana-mana."

Kemendiktisaintek, lanjutnya, bekerja sama dengan BRIN untuk membangun peta jalan riset dengan memanfaatkan AI sebgai enabler untuk membantu bidang-bidang lain untuk tumbuh.

Pada kesempatan yang sama, Associate Dean Faculty of IT, Monash University Juliana Sutanto mengatakan ini merupakan kali pertama Pacific Asia Conference in Information Systems (PACIS) digelar di Indonesia. "Kami sangat bangga dapat membawa flagship conference PACIS 2026 ini di Jakarta. Kami sangat dibantu Universitas Indonesia dan Telkom University untuk memboyong para peneliti terkenal dalam bidang Sistem Informasi," kata dia.

Penyelenggaraan Pacific Asia Conference on Information Systems (PACIS) 2026 di Jakarta membawa perspektif baru dalam melihat perkembangan kecerdasan buatan (AI). Berbeda dengan pendekatan ilmu komputer murni yang cenderung berfokus pada aspek teknis, bidang Sistem Informasi dalam konferensi ini mengedepankan pendekatan sosio-teknikal.

Menurut Juliana, pengembangan AI tidak bisa hanya dilihat dari kecanggihan algoritmanya saja. Terdapat dua sisi krusial yang harus berjalan beriringan yakni sisi teknikal dan sisi sosial. Dengan melihat kedua dimensi tersebut, efek dari penggunaan AI dapat diarahkan sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat luas.

Pemilihan tema sosio-teknikal pada PACIS Jakarta ini juga bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam bagi audiens global mengenai dinamika perkembangan AI di kawasan Asia Pasifik. Melalui perspektif ini, teknologi tidak lagi dipandang sebagai entitas yang berdiri sendiri, melainkan sebagai alat yang harus disesuaikan dengan tatanan sosial dan budaya setempat. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |