Tim Penerjemah Al Qur'an Bahasa Tegalan Sambangi Rumah Rais Syuriah PBNU

2 weeks ago 21
Tim Penerjemah Al Qur'an Bahasa Tegalan Sambangi Rumah Rais Syuriah PBNU Ilustrasi(MI/SUPARDJI RASBAN)

TIM Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Tegal, Jawa Tengah, yang  menerjemahkan  Al-Quran ke dalam Bahasa Tegalan menyambangi kediaman Rois Syuriah PBNU KH. Subkhan Makmun, di Pondok Pesantren Assalafiyah, Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupayen Brebes. 

Kehadiran mereka untuk bersilaturakhim, sekaligus meminta restu atas selesainya penyerjemahan Al Quran ke dalam Bahaasa Tegalan, yang sudah mau naik ke percetakan. Sebelumnya, tim juga sudah mendatangi tiga kepala daerah yakni Wali Kota/ Bupati Brebes, Tegal dan Pemalang.

Ketiga pimpinan daerah yang dikunjungi juga dalam kaitan telah rampungnya ;penerjemahan Al Quran ke dalam Bahasa Tegalan. Dimana yang dimaksud Bahasa Tegalan yakni mencakup bahasa ketiga daerah bersangkutan. 

Dalam pertemuan tersebut, tim yang terdiri dari ketuanya yakni Muharso Kasmu'i didampingi Bendahara H. Suripto, H. Sipon Junaedi serta budayawan Atmo Tan Sidik, mengungkapkan bahwa sowan ke ulama kharismatik ini adalah ikhtiar untuk menjemput berkah dan doa restu sebelum naskah tersebut resmi diterbitkan.

“Kami menyerahkan dummy cetakan Terjemahan Al-Qur'an Bahasa Tegal. KH Subhan Ma'mun kemudian membuka halaman mushaf dan perlahan membaca Surah An-Nas beserta terjemahan bahasa Tegalnya,” ujar Atmo Tan Sidik, ditemui di rumahnya di Kota Tegal, Selasa (7/7/2026).

Atmo Tan Sidik menyebut, meski baru saja menempuh perjalanan panjang dari Uzbekistan dalam rangka ziarah ke makam Imam Bukhari bersama Ketua MPR RI, raut lelah sama sekali tidak tampak di wajah sang kiai.

“Pak Kiai menyambut kami dengan senyum penuh keramahan,” ucap Atmo Tan Sidik.

Atmo Tan Sidik menyebut jika KH. Subhan Ma’mun menyatakan Ssalut dan sangat peduli atas kerja keras IPHI dalam mewujudkan Terjemahan Al-Qur'an Bahasa Tegalan. “Kiai Subhan Ma’mun juga mendoakan penerjemahan Al Quran ke dalam Bahaasa Tegalan bakal menjadi amal dan pahala yang besar,” jelas Atmo Tan Sidik.

Menurut Atmo tan Sidik, tidak hanya di tingkat lokal, lampu hijau juga telah didapatkan dari Ketua MPR RI serta Kementerian Agama RI guna mematangkan proses cetak massal.

“Ini bukan sekadar proyek literatur, melainkan sebuah jembatan iman. Menghadirkan kalam Illahi lewat bahasa ibu diharapkan mampu membuat masyarakat Tegal dan sekitarnya merasa lebih dekat, akrab, dan meresapi setiap makna ayat yang mereka baca dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Diketahui, sejumlah daerah di Indonesia, juga sudah melakukan penerjemahan Al Quran ke dalam bahasa lokalan. Misalnya seperti Bahasa Banyumasan, Aceh, Gayo, Batak Angola, Banyuwangi, Madura dan Cirebon. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |