Ketua DPR RI Puan Maharani.(dok.DPR RI)
KETUA DPR RI, Puan Maharani menerima kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (7/7). Dalam kunjungan tersebut, PM Narendra Modi memberikan pidato dan sambutan resmi di hadapan tiga lembaga legislatif, yakni DPR RI, MPR RI, dan DPD RI. Agenda ini turut dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
"Alhamdulillah, baru saja kami DPR RI bersama dengan MPR RI dan DPD RI menerima kunjungan dari PM India, Narendra Modi, yang berkesempatan untuk bisa memberikan sambutannya di Gedung DPR ini. Dan alhamdulillah juga, kunjungan beliau juga tadi dihadiri oleh Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto, dan Bapak Wakil Presiden, Bapak Gibran Rakabuming Raka," ujar Puan seusai pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Puan mengungkapkan, dalam pidatonya PM Modi menyampaikan harapan besar agar hubungan bilateral antara India dan Indonesia, yang telah resmi berjalan selama 75 tahun, dapat terus ditingkatkan ke level yang lebih tinggi. Secara filosofis dan historis, PM Modi menganalogikan eratnya hubungan kedua negara melalui keberadaan dua sungai besar yang menjadi simbol peradaban di masing-masing negara, yakni Sungai Gangga di India dan Sungai Mahakam di Indonesia.
"Dalam sambutannya tadi juga Modi mengatakan bahwa ada hal yang beliau ingin lakukan atau lanjutkan, tindak lanjuti bersama antara dengan India dan Indonesia terkait dengan Sungai Gangga dan Sungai Mahakam. Bahwa selama sepanjang aliran sungai, kedua sungai itu masih mengalir, di situlah artinya hubungan kerja sama antara Indonesia dan India pun harus tetap terjalin dan bisa tetap akrab, erat, dan ditingkatkan," urai Puan.
Lebih lanjut, Puan memaparkan bahwa Modi menekankan penguatan hubungan diplomatik melalui sejumlah memori kolektif dan kesamaan akar budaya. Dalam pidatonya di mimbar parlemen, pemimpin India tersebut bahkan sempat menyitir kembali pandangan historis yang pernah dilontarkan oleh Presiden pertama RI, Soekarno, mengenai kedekatan emosional kedua bangsa.
"Bahkan beliau juga tadi sempat mengutip pernyataan Presiden Soekarno bahwa rakyat Indonesia dan India terikat oleh hubungan darah dan budaya. Karenanya, PM Modi mengajak Indonesia juga untuk melakukan berbagai macam kerja sama yang tadi dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto juga sudah ditindaklanjuti," jelas Puan.
Salah satu poin kerja sama konkret yang berhasil disepakati dan akan segera ditindaklanjuti adalah di bidang teknologi kedirgantaraan, khususnya pemanfaatan aplikasi satelit. Dalam hal ini, India berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan kepada Indonesia dalam mengembangkan fasilitas infrastruktur peluncuran satelit secara mandiri.
Di samping itu, penguatan hubungan juga diwujudkan melalui sektor kebudayaan dan pelestarian sejarah, di mana Presiden Prabowo dijadwalkan akan mendampingi langsung PM Modi dalam kunjungan kerja ke Candi Prambanan.
"Dan hari ini sampai besok, Presiden Prabowo Subianto akan mendampingi PM Modi sampai ke Prambanan, bahkan untuk meluncurkan pelestarian dan restorasi situs warisan dunia. Jadi memang karena memang secara sejarah hubungan antara Indonesia dan India itu sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak Presiden Soekarno," tambah politikus PDI Perjuangan tersebut.
Sebagai penutup, Puan menggarisbawahi bahwa momentum pidato kepala pemerintahan asing di mimbar parlemen Indonesia merupakan peristiwa yang sangat langka dan memiliki nilai simbolis yang sangat kuat dalam dinamika politik luar negeri Indonesia. Kunjungan ini sekaligus menegaskan konsistensi kemitraan kedua negara yang telah mengakar kuat sejak pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada dekade silam.
"Dan ini kalau saya tidak salah, ketiga kalinya seorang pemimpin atau pemerintahan negara itu memberikan sambutan atau pidato di Gedung DPR. Dan ini merupakan suatu kehormatan bagi DPR RI, ya tentu saja bersama MPR dan DPD, dalam menerima kunjungan seorang perdana menteri yang sama-sama sudah bersama dengan Indonesia sejak Gerakan Asia Afrika dan tahun 1955 sampai bersama-sama dengan Indonesia," pungkas Puan Maharani. (Faj/P-3)

















































