Terbangun dari Tidur Panjang, Sinyal Radio Misterius Kembali Terdeteksi dari Pulsar Langka 'Blue Eye'

2 weeks ago 22
Terbangun dari Tidur Panjang, Sinyal Radio Misterius Kembali Terdeteksi dari Pulsar Langka 'Blue Eye' Pulsar Mata Biru disajikan dalam gaya lukisan klasik "Lima Kuda" dari Dinasti Song, yang merupakan periode di mana catatan manusia lengkap pertama tentang ledakan supernova berasal.(Universitas Tsinghua/Zhang & Li dkk.)

PARA astronom di seluruh dunia baru saja menyaksikan fenomena kosmik yang luar biasa. Setelah puluhan tahun berada dalam kondisi senyap tanpa aktivitas yang berarti, sebuah pulsar langka yang dijuluki sebagai "Blue Eye" dilaporkan kembali memancarkan sinyal radio yang kuat ke arah Bumi. Penemuan ini langsung memicu antusiasme besar di kalangan ilmuwan karena memberikan kesempatan langka untuk mempelajari fase hidup bintang mati yang sangat tidak dapat diprediksi.

Pulsar sendiri merupakan bintang neutron berputar sangat cepat yang memancarkan berkas radiasi elektromagnetik dari kutub magnetnya. Ketika berkas sinar ini mengarah ke Bumi, instrumen teleskop kita mendeteksinya sebagai denyutan sinyal yang teratur, mirip dengan prinsip kerja lampu mercusuar di lautan luas. Namun, tidak semua pulsar aktif selamanya; beberapa di antaranya dapat memasuki fase "mati suri" atau senyap dalam waktu yang sangat lama sebelum akhirnya aktif kembali secara misterius.

Pulsar "Blue Eye" termasuk dalam kategori kosmik yang sangat langka tersebut. Selama beberapa dekade terakhir, objek ini tidak menunjukkan tanda-tanda emisi radio sama sekali, membuat para peneliti sempat berspekulasi bahwa pasokan energinya telah habis atau medan magnetnya telah mengalami pergeseran permanen. Namun, keheningan panjang itu akhirnya pecah ketika jaringan teleskop radio sensitif berhasil menangkap denyutan energi baru yang datang dari koordinat objek tersebut.

Kembalinya aktivitas radio dari "Blue Eye" ini tidak hanya mengejutkan, tetapi juga memberikan data baru yang sangat berharga. Pancaran sinyal yang terdeteksi menunjukkan karakteristik yang unik, mengindikasikan adanya perubahan dinamis yang masif di dalam interior bintang neutron atau konfigurasi ulang yang ekstrem pada medan magnetnya yang super kuat.

Hingga saat ini, para astronom terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam penuh untuk merekam setiap fluktuasi dari sinyal radio tersebut. Pengamatan lanjutan mutlak diperlukan untuk memahami apa yang sebenarnya memicu pulsar ini terbangun kembali dari tidur panjangnya. Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi umat manusia bahwa alam semesta masih menyimpan begitu banyak misteri dinamis yang belum sepenuhnya dapat dipetakan oleh sains modern. (Space/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |