Peringatan bahaya! Super Topan Bavi resmi mendarat di Guam dan Kepulauan Mariana Utara dengan kecepatan angin dahsyat dan gelombang setinggi 11 meter.(NSW)
ANGIN kencang dan hujan lebat saat ini tengah mengguyur Guam dan Kepulauan Mariana Utara seiring mendaratnya super topan Bavi. Menurut data US National Weather Service (NWS), bagian dinding mata luar sebelah barat dari topan Bavi bergerak melintasi kepulauan Pasifik tersebut dengan membawa angin berkecepatan hampir 290 km/jam dan hembusan mencapai 350 km/jam.
NWS memperingatkan badai "sangat berbahaya" ini dapat menimbulkan kerusakan "katastropik", disertai potensi gelombang laut yang mencapai ketinggian hampir 11 meter. Berdasarkan prakiraan NWS, hembusan angin baru akan turun di bawah kekuatan topan pada Senin siang, dan di bawah kekuatan badai tropis setelah tengah malam.
Di Kepulauan Mariana Utara, wilayah Rota yang berada sekitar 50 km timur laut Guam menerima dampak langsung. Kantor wali kota setempat telah menerbitkan imbauan agar warga bersiap menghadapi angin destruktif.
Sementara itu, Guam yang dihuni sekitar 170.000 jiwa telah membuka lima pusat evakuasi di sekolah-sekolah dengan kapasitas maksimal 1.700 orang untuk warga rentan. Kantor pertahanan sipil pulau tersebut melaporkan bahwa salah satu lokasi evakuasi telah penuh pada hari Minggu pukul 13.00 waktu setempat, sehingga warga dialihkan ke lokasi lain.
Dampak badai ini sangat dirasakan oleh warga setempat dan wisatawan. Warga bernama Pinky Cubacub (55) mengaku harus menutup jendela tempat usahanya di Guam menggunakan papan tripleks seharga $500.
"Saya tidak mampu kehilangan begitu banyak hari. Ini menyakitkan," katanya kepada agen berita AFP. "Karena saya baru saja mulai, apa pun yang kami hasilkan saat ini hanya untuk sewa, utilitas, dan karyawan saya, serta pasokan. Saya bahkan belum menggaji diri saya sendiri."
Kekhawatiran senada disampaikan oleh Miku Sakurai, 25, seorang wisatawan asal Jepang yang penerbangan pulang ke Tokyonya dibatalkan pada hari Minggu.
"Kami akan tinggal di hotel saat badai datang. Saya takut," ujarnya kepada AFP.
Secara klasifikasi, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) mengategorikan Bavi sebagai super topan karena memiliki kecepatan angin melebihi 240 km/jam, yang setara dengan potensi kehancuran badai generator kategori empat atau lima.
Bavi menjadi siklon tropis kategori empat atau ferositas lima ke-11 yang menghantam wilayah AS dalam dekade terakhir. Para ilmuwan mencatat bahwa fenomena kekeringan udara akibat perubahan iklim, suhu permukaan laut yang lebih hangat, serta peristiwa El Niño yang kuat menjadi faktor pendorong meningkatnya intensitas badai tropis di wilayah tersebut. Sebelumnya pada bulan April, wilayah ini juga sempat dihantam oleh super topan Sinlaku yang menewaskan 17 orang. (BBC/Z-2)

















































