Matematikawan Tiongkok Yu Deng paling kiri) dan Hong Wang (paling kanan) usai menerima Fields Medal.(AFP/ERIN BLEWETT)
DUNIA matematika mencatatkan sejarah baru setelah dua akademisi asal Tiongkok, Hong Wang dan Yu Deng, dinobatkan sebagai peraih Fields Medal.
Penghargaan yang kerap dijuluki sebagai "Hadiah Nobel Matematika" ini diberikan atas keberhasilan mereka memecahkan persoalan matematika yang telah membingungkan para ahli selama lebih dari satu abad.
Penghargaan ini diserahkan pada Kamis (23/7/2026) di Amerika Serikat. Selain Wang dan Deng, medali ini juga diberikan kepada John Pardon dari Amerika Serikat dan Jacob Tsimerman dari Kanada.
Keberhasilan Wang dan Deng menandai pertama kalinya matematikawan berkebangsaan Tiongkok meraih penghargaan bergengsi tersebut, sebuah pencapaian yang memicu gelombang kebanggaan di media sosial Tiongkok seperti Weibo dan Rednote.
Berikut adalah rincian penerima dan nilai penghargaan tersebut:
| Hong Wang | Tiongkok | 15.000 CAD | ± Rp176 Juta |
| Yu Deng | Tiongkok | 15.000 CAD | ± Rp176 Juta |
| John Pardon | Amerika Serikat | 15.000 CAD | ± Rp176 Juta |
| Jacob Tsimerman | Kanada | 15.000 CAD | ± Rp176 Juta |
Memecahkan Teka-Teki Seabad
Hong Wang, yang kini berusia 35 tahun, menjadi perempuan ketiga dalam sejarah yang menerima Fields Medal. Bersama koleganya, Josh Zahl, Wang berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan matematikawan Jepang Soichi Kakeya pada 1917 mengenai luas area terkecil yang disapu oleh putaran pensil. Wang menganalisis masalah ini dalam ruang tiga dimensi, sebuah terobosan yang dipublikasikan tahun lalu.
Sementara itu, Yu Deng, 37, profesor di University of Chicago, memenangkan penghargaan atas solusinya terhadap "Masalah Keenam Hilbert" yang diajukan David Hilbert pada 1900.
Deng berhasil menghitung perilaku keseluruhan gas berdasarkan pergerakan partikel individu, sebuah pencapaian yang ia sebut sebagai kehormatan besar karena namanya kini bersanding dengan matematikawan legendaris dunia.
Profil Singkat Dua Jenius Tiongkok
Meski kini berkarier di luar negeri, keduanya memiliki akar pendidikan yang kuat di Tiongkok. Berikut adalah perbandingan latar belakang mereka:
| Tahun Lahir | 1991 (Guilin, Guangxi) | - |
| Pendidikan Awal | Peking University (usia 16) | Peking University (2007) |
| Gelar Doktor (PhD) | MIT, Amerika Serikat | Princeton University, AS |
| Afiliasi Saat Ini | NYU (AS) & IHES (Prancis) | University of Chicago (AS) |
Keberhasilan Hong Wang bahkan mendapat perhatian khusus dari Presiden Prancis Emmanuel Macron. Melalui unggahan di media sosial X, Macron memberikan selamat dan menyebut Wang sebagai perwujudan keunggulan riset dan pelatihan di Prancis.
"Pilih Prancis untuk sains," tulis Macron setelah menghubungi Wang secara pribadi.
Bagi komunitas matematika Tiongkok, pencapaian ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Shing-Tung Yau, peraih Fields Medal pertama keturunan Tiongkok, menyatakan bahwa ini adalah momen yang telah dinantikan selama puluhan tahun oleh negaranya. (bbc/Z-1)

















































