Flora Food Group memperkenalkan dua inovasi sekaligus, yakni BlueBand Santan Kelapa dan identitas baru lini produk profesionalnya melalui Flora Professional. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas solusi bagi pelaku industri ma(Dok. Flora Food Group)
INDUSTRI makanan dan minuman (food & beverage/F&B) di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kreativitas pelaku usaha dalam menghadirkan menu baru serta memenuhi perubahan selera konsumen. Kondisi tersebut mendorong produsen bahan baku makanan tidak hanya berinovasi pada produk, tetapi juga memperluas portofolio dan menghadirkan solusi yang mampu mendukung kebutuhan rumah tangga, UMKM, hingga dapur profesional.
Tren tersebut terlihat dalam ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 yang berlangsung pada 21–24 Juli di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. Sejumlah pelaku industri memanfaatkan pameran tersebut untuk memperkenalkan inovasi produk sekaligus memperkuat dukungan terhadap ekosistem kuliner nasional melalui edukasi dan kolaborasi dengan para profesional di bidang kuliner.
Salah satunya dilakukan Flora Food Group yang memperkenalkan dua inovasi sekaligus, yakni BlueBand Santan Kelapa dan identitas baru lini produk profesionalnya melalui Flora Professional. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas solusi bagi pelaku industri makanan dan minuman yang membutuhkan bahan baku berkualitas dengan hasil yang konsisten.
Melalui merek BlueBand yang memiliki pengalaman lebih dari 100 tahun secara global, Flora Food Group untuk pertama kalinya memasuki kategori santan kelapa sebagai bagian dari upaya memperluas portofolio di luar kategori margarin. Kehadiran BlueBand Santan Kelapa ditujukan untuk melengkapi kebutuhan kreasi kuliner bercita rasa lokal maupun fusion, sekaligus menjawab kebutuhan dapur profesional yang terus berkembang.
BlueBand Santan Kelapa menawarkan cita rasa gurih dengan tekstur lebih kental dan creamy, serta diklaim sebagai satu-satunya produk santan yang diperkaya kalsium. Kombinasi rasa, tekstur, dan kandungan nutrisi tersebut dirancang untuk membantu menghasilkan hidangan dengan kualitas yang konsisten, baik di rumah maupun di dapur komersial.
Untuk menjangkau berbagai segmen pengguna, produk tersebut tersedia dalam tiga pilihan kemasan, yaitu 65 mililiter, 200 mililiter, dan 1 liter yang disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pelaku usaha foodservice.
Selain memperluas kategori produk, Flora Food Group juga memperkenalkan Flora Professional sebagai identitas baru lini produk profesionalnya di Indonesia yang mengadopsi identitas merek global perusahaan. Transformasi tersebut dilakukan untuk menghadirkan portofolio yang lebih terintegrasi bagi pelanggan foodservice sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra bagi para profesional kuliner.
Flora Professional hadir melalui tiga kategori produk, yakni Flora Professional Multipurpose Cream (sebelumnya BlueBand Professional Multipurpose Cream), Flora Professional Cooking Cream, dan Flora Professional Butter Blend. Ketiga produk tersebut dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan pengolahan makanan dan minuman, mulai dari cooking, baking, pastry, minuman, hingga gelato sehingga membantu para profesional menghadirkan hasil yang konsisten pada setiap sajian.
Dengan peluncuran kedua inovasi tersebut, portofolio Flora Food Indonesia kini semakin lengkap, mencakup kategori margarin, santan, cream, butter, shortening, minyak goreng padat, hingga minyak samin untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen pelanggan.
Head of Marketing PT Flora Food Indonesia Ade Savitri mengatakan perusahaan melihat kebutuhan konsumen maupun pelaku industri terus berkembang, tidak hanya dalam menciptakan menu baru, tetapi juga dalam menghadirkan proses memasak yang lebih efisien dan berkualitas.
"Kami memahami bahwa kebutuhan konsumen dan industri terus berkembang, tidak hanya dalam menghadirkan menu-menu baru, tetapi juga dalam menciptakan proses memasak yang lebih baik secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan berkualitas hingga menghasilkan hidangan terbaik. Berangkat dari pemahaman tersebut, kami dengan bangga menghadirkan inovasi terbaru di luar kategori margarin, BlueBand Santan Kelapa dan Flora Professional sebagai solusi yang menggabungkan kualitas, performa, dan kemudahan untuk mendukung pengalaman memasak yang lebih baik bagi rumah tangga maupun pelaku industri," ujar Ade.
Menurutnya, sebagai perusahaan global yang mengusung fokus 'Culinary Essentials for Better Food', Flora Food Group berkomitmen menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan memasak, baik bagi rumah tangga maupun industri makanan dan minuman.
Selain memperkenalkan produk baru, Flora Food Group juga memanfaatkan FHI 2026 sebagai wadah berbagi pengetahuan dan inspirasi bagi pelaku industri kuliner. Selama pameran berlangsung, perusahaan menghadirkan berbagai kegiatan interaktif berupa sharing session, cooking demonstration, dan menu tasting bersama Chef Norman Ismail, Chef Florence, serta Barista Robby Firlian. Melalui kegiatan tersebut, pengunjung dapat melihat secara langsung berbagai aplikasi BlueBand Santan Kelapa dan Flora Professional dalam beragam kreasi kuliner.
Ade mengatakan perusahaan ingin tumbuh bersama pelaku industri makanan dan minuman melalui penyediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar sekaligus mendorong lahirnya inovasi kuliner.
"Kami ingin tumbuh bersama para pelaku industri karena kami percaya kemajuan kuliner Indonesia lahir dari kolaborasi antara produk yang tepat, kreativitas para profesional, dan semangat untuk terus berinovasi. Ke depan, kami akan terus menghadirkan solusi agar BlueBand dan Flora Professional dapat menjadi mitra bagi para pelanggan dalam setiap tahap perkembangan bisnis mereka," katanya.
Di tengah pertumbuhan industri F&B yang semakin kompetitif, produsen bahan baku tidak lagi hanya bersaing melalui inovasi produk, tetapi juga melalui kemampuan menghadirkan solusi yang membantu pelaku usaha menjaga konsistensi rasa, efisiensi proses produksi, serta mengembangkan menu baru. Kondisi tersebut membuat kolaborasi antara produsen bahan baku dan pelaku industri diperkirakan akan semakin penting dalam mendukung pertumbuhan ekosistem kuliner Indonesia. (E-1)

















































