Bek Fortuna Sittard Justin Hubner.(Instagram @fortuna.sittard)
PENGAMAT sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni, memberikan pandangannya terkait masa depan bek Timnas Indonesia, Justin Hubner. Di tengah kencangnya rumor kepindahan sang pemain ke kompetisi domestik (Super League), Kusnaeni berharap Hubner tetap memprioritaskan karier di Benua Biru.
Menurut pria yang akrab disapa Bung Kus ini, atmosfer sepak bola Eropa memberikan tempaan yang jauh lebih kompetitif bagi pemain berusia 22 tahun tersebut. Pengalaman menghadapi berbagai karakter lawan di level tinggi dianggap sebagai kunci kematangan Hubner.
"Karena pengalaman dia bermain di Eropa itu akan lebih mematangkan kemampuan dia menghadapi lawan-lawan dengan karakter yang berbeda di tingkat yang lebih tinggi dibanding main di sini," ujar Kusnaeni di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Peluang dan Nilai Komersial di Indonesia
Kusnaeni menegaskan bahwa sarannya bukan bermaksud merendahkan kualitas kompetisi di Tanah Air. Ia mengakui bahwa bermain di Indonesia memiliki daya tarik tersendiri, terutama dari sisi finansial dan popularitas.
Sebagai pemain berlabel tim nasional, Hubner dipastikan akan mendapatkan nilai kontrak yang menggiurkan serta nilai komersial yang tinggi mengingat promosi sepak bola Indonesia yang sangat masif. Namun, dari sudut pandang teknis sepak bola, bertahan di Eropa dinilai jauh lebih strategis.
"Bukan merendahkan kompetisi di Indonesia, tapi opportunity dia untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda itu bagus. Kalau dari sisi sepak bola, saya melihat main di Eropa itu lebih bermanfaat buat masa depan sepak bola Indonesia dan masa depan si pemain," tambahnya.
Rumor Super League dan Dilema Piala AFF
Spekulasi mengenai kepindahan Hubner ke Super League menguat setelah namanya masuk dalam daftar skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026. Mengingat turnamen tersebut tidak masuk dalam kalender resmi FIFA, klub-klub Eropa biasanya enggan melepas pemain mereka.
Saat ini, Hubner tercatat membela klub Eredivisie, Fortuna Sittard. Setelah sempat berjuang menembus tim utama, ia mulai menunjukkan performa impresif dengan catatan 26 penampilan, serta sumbangan dua gol dan satu assist. Hubner sendiri mengaku belum mengambil keputusan final apakah akan bertahan di Belanda atau mencari tantangan baru.
Belajar dari Maroko dan Tanjung Verde
Kusnaeni menekankan pentingnya memiliki banyak pemain yang berkarier di luar negeri (diaspora) untuk mendongkrak prestasi tim nasional di panggung dunia. Ia merujuk pada keberhasilan negara-negara seperti Maroko dan Tanjung Verde yang mampu mengejutkan di Piala Dunia 2026.
Tanjung Verde, misalnya, mampu menahan imbang tim raksasa seperti Spanyol dan Argentina. Sementara Maroko terus mengukuhkan diri sebagai kekuatan utama di Afrika berkat banyaknya pemain mereka yang berkompetisi di liga-liga top dunia.
"Kita sudah melihat contoh bagaimana negara yang punya pemain diaspora banyak itu di Piala Dunia juga cukup bagus performanya. Lihat saja Maroko, Tanjung Verde. Coba negara yang pemainnya hanya di kompetisi domestik kayak Qatar, Arab Saudi, kan enggak bisa berbuat banyak," pungkas Kusnaeni. (Ant/Z-1)

















































