Sungai Ciliwung Mengering, PDAM Tirta Asasta Depok Krisis Air Baku

2 weeks ago 13
Sungai Ciliwung Mengering, PDAM Tirta Asasta Depok Krisis Air Baku Sungai Ciliwung yang melintasi Kota Depok, Jawa Barat .(Antara)

FENOMENA musim kemarau ekstrem memicu penurunan debit air secara drastis di Sungai Ciliwung, Kota Depok, Jawa Barat. 

Kondisi ini mengakibatkan penumpukan sedimen lumpur dan kemunculan semak liar, sampah domestik, serta bongkahan batu dan pasir di dasar sungai yang mengering.

Berdasarkan pengamatan di Posko Utama Pemantauan Debit Air Sungai Ciliwung, Jembatan Panus, Jalan Tole Iskandar, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, kekeringan ini mulai berdampak serius pada aktivitas warga bantaran serta pasokan air bersih perkotaan.

DIKELUHKAN PETANI SAYUR
Dampak kemarau panjang ini dikeluhkan oleh sejumlah warga yang menggantungkan hidupnya pada aliran Sungai Ciliwung. Para petani sayur terpaksa memutar otak agar lahan mereka tidak puso.

"Hujan yang tidak turun membuat tanaman kekeringan," kata Selamet, petani sayuran yang mengolah lahan di bantaran Sungai Ciliwung, Kota Depok, Selasa (7/7).

Selamet menuturkan, untuk membuat sayurannya tetap tumbuh, dia harus menyiram lahan menggunakan air sumur. Padahal, dalam kondisi normal, aliran sungai menjadi tumpuan utama mereka.

"Penyiraman semestinya dari Sungai Ciliwung karena ada luberan air dari hulu," ujarnya.

Tak hanya petani, sektor transportasi air tradisional juga terdampak. Ringgi, seorang nakhoda perahu getek di Sungai Ciliwung, mengaku harus mengeluarkan tenaga ekstra akibat menyusutnya volume air.

"Kemarau, perahu lebih sulit ditarik karena dorongan (arus sungai) lemah, jadi perlu tenaga lebih," ungkapnya.

PEMBANGUNAN BENDUNG TERINTEGRASI
Krisis lingkungan ini menjalar ke sektor pelayanan publik. Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok, Olik Abdul Holik, mengungkapkan bahwa penurunan debit air Sungai Ciliwung telah memicu krisis air bersih

Kondisi ini menyulitkan pengambilan air intake untuk ditransfer ke pusat pengolahan di Jalan Legong Raya, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya.

Melihat tren air sungai yang terus menyusut, Olik mendesak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum (PU)untuk segera membangun bendung penangkap air baku di kawasan Legong.

"Untuk mengamankan pasokan air bersih agar tidak terganggu saat terjadi kemarau ekstrem BBWSCC perlu sekali membangun bendung di Sungai Ciliwung," katanya.

Olik sangat mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari kekeringan ini. Sebagai langkah darurat akibat ketiadaan infrastruktur permanen dari Kementerian PU, pihak PDAM terpaksa mengambil langkah manual.

Tak adanya bendung di Sungai Ciliwung, kata dia, PDAM (PT Tirta Asasta) Kota Depok terpaksa menggunakan bendung manual dengan menumpukkan karung berisi pasir supaya pelanggan tidak kekurangan suplai air bersih. (KG/P-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |