Soft Skill Digital Jadi Bekal Penting Hadapi Dunia Kerja Era AI

2 weeks ago 22
Soft Skill Digital Jadi Bekal Penting Hadapi Dunia Kerja Era AI kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) 16 Jakarta.(UNJ)

Kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, berkolaborasi, hingga memanfaatkan teknologi digital secara bijak semakin menjadi kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dan transformasi digital, penguatan soft skill dinilai tidak lagi kalah penting dibandingkan penguasaan kemampuan teknis.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) 16 Jakarta melalui pelatihan bertema Penguatan Soft Skill Abad ke-21 Berbasis Komunikasi Digital. Kegiatan yang berlangsung dalam tiga tahap yakni pada 24 April serta 29-30 Juni 2026 itu diikuti sekitar 30 warga belajar dengan fokus meningkatkan kompetensi komunikasi digital, kreativitas, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Ketua Program Studi di Universitas Negeri Jakarta, Henny Herawaty Br. Dalimunthe, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemberdayaan masyarakat.

"Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab menghadirkan manfaat nyata melalui berbagai program yang menjawab kebutuhan masyarakat," tutur Henny.

Kegiatan tersebut, imbuhnya, juga menjadi ruang belajar kontekstual bagi mahasiswa agar mampu memahami persoalan di masyarakat sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi.

Materi utama disampaikan oleh Daddy Darmawan yang mengulas pentingnya komunikasi digital sebagai salah satu kompetensi utama abad ke-21. Ia menjelaskan bahwa komunikasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan media sosial atau aplikasi digital, tetapi juga mencakup etika berkomunikasi, kemampuan menyampaikan pesan secara efektif, membangun citra diri, hingga memahami dampak jejak digital terhadap kehidupan pribadi maupun profesional. Peserta juga mendapatkan materi mengenai personal branding, yakni cara membangun identitas profesional melalui berbagai platform digital untuk memperluas peluang pendidikan maupun karier.

Setelah memperoleh materi konseptual, peserta mengikuti sesi praktik yang didampingi langsung oleh mahasiswa UNJ. Pada tahap ini, peserta mempelajari penggunaan aplikasi CapCut untuk penyuntingan video serta Canva untuk pembuatan desain grafis yang banyak dimanfaatkan di bidang pendidikan, kewirausahaan, dan industri kreatif. Selain itu, peserta memperoleh edukasi mengenai hoaks dan penipuan digital berbasis AI. Dalam sesi tersebut, mereka dikenalkan pada berbagai modus penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan, cara mengenali ciri-cirinya, serta langkah pencegahan agar dapat memanfaatkan teknologi digital secara lebih kritis dan bertanggung jawab.

Selama pelatihan, peserta mempraktikkan pembuatan konten video, desain poster, infografis, hingga materi promosi digital dengan pendampingan langsung dari mahasiswa. Pendekatan tersebut memungkinkan peserta memperoleh bimbingan secara personal ketika mengalami kendala selama praktik.

Kepala SKB 16 Jakarta, Inayatul Fauziyah, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini karena tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi dan kreativitas, tetapi juga memperkuat literasi digital yang semakin dibutuhkan di era transformasi teknologi.

"Kami berharap kolaborasi antara SKB 16 dan Universitas Negeri Jakarta dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengembangan kapasitas masyarakat sehingga semakin banyak warga belajar memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja," ujar Inayatul.

Melalui kegiatan tersebut, Universitas Negeri Jakarta berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan keterampilan praktis, literasi digital, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang terus berubah. (E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |