Singkirkan Meksiko Lewat Drama 5 Gol, Inggris Ditantang Norwegia

2 weeks ago 13
Singkirkan Meksiko Lewat Drama 5 Gol, Inggris Ditantang Norwegia Selebrasi Harry Kande dan Jude Bellingham(Instagram @england)

TIM nasional Inggris sukses memetik kemenangan dramatis atas Meksiko dalam duel sengit babak 16 besar Piala Dunia 2026. Laga fase gugur yang berlangsung di Stadion Azteca, Meksiko, Senin (6/7) WIB tersebut berakhir dengan skor ketat 3-2 untuk keunggulan The Three Lions.

Pertandingan bertensi tinggi ini sempat tertunda selama satu jam akibat hujan deras disertai petir yang mengguyur kawasan sekitar stadion legendaris tersebut.

Inggris langsung menggebrak pada babak pertama melalui aksi memukau Jude Bellingham. Gelandang andalan tersebut memborong dua gol dalam waktu dua menit, masing-masing pada menit ke-36 dan ke-38, untuk membawa Inggris unggul 2-0.

Torehan tersebut menjadi gol pertama yang berhasil menembus gawang Meksiko sepanjang turnamen Piala Dunia 2026. Selain itu, Bellingham menorehkan sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak dua gol dalam satu laga di Stadion Azteca sejak legenda Argentina, Diego Maradona, melakukannya pada Piala Dunia 1986.

Meksiko tidak tinggal diam. Jelang turun minum, Julian Quinones berhasil memangkas ketertinggalan menjadi 1-2 lewat golnya pada menit ke-42.

Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan kian dramatis. Inggris harus bermain dengan 10 personel setelah bek muda Jarell Quansah diganjar kartu merah langsung oleh wasit pada menit ke-54. Quansah pun menjadi pemain Inggris pertama yang menerima kartu merah di ajang Piala Dunia sejak Wayne Rooney pada edisi 2006.

Meski kalah jumlah pemain, Inggris sempat menjauh lewat eksekusi penalti Harry Kane yang mengubah skor menjadi 3-1. Meksiko kemudian kembali memperkecil kedudukan melalui titik putih yang dieksekusi dengan baik oleh Raul Jimenez. Skor 3-2 bertahan hingga laga usai.

Hasil ini memastikan langkah anak-asuh Thomas Tuchel melaju ke babak delapan besar. Ujian berat sudah menanti Inggris yang dijadwalkan menantang Norwegia, tim yang sebelumnya menyingkirkan raksasa Amerika Latin, Brasil, dengan skor 2-1.

Mentalitas Matang

Usai peluit panjang berbunyi, kapten Inggris Harry Kane tampak kesulitan berbicara akibat kehilangan suaranya karena kelelahan dan ketegangan di lapangan. Kendati demikian, striker andalan tersebut tetap memaksakan diri melayani wawancara pascapertandingan dengan senyum yang terus mengembang.

"Itu adalah pertandingan yang gila. Kami dipaksa menggali potensi terdalam kami. Atmosfer stadion, tim lawan, hingga semua situasi di lapangan seolah menyudutkan kami. Namun, kami berhasil menemukan jalan keluar," ujar Kane dengan suara serak yang disambut hangat oleh para pendukung setianya.

Nakhoda Inggris, Thomas Tuchel, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas performa anak asuhnya. Pelatih asal Jerman tersebut menilai skuadnya berhasil melewati ujian mental yang sangat berat di salah satu stadion paling angker di dunia.

"Saya sangat bangga. Kami dipaksa mengerahkan seluruh kemampuan. Pertandingan berjalan sangat sulit. Setiap kali kami merasa telah memegang kendali momentum, kami justru dihantam oleh pukulan balik. Namun, respons yang ditunjukkan para pemain memperlihatkan sebuah mentalitas yang matang," tegas Tuchel.

Tuchel juga memuji bagaimana anak asuhnya tetap menjaga asa di masa-masa kritis. Menurutnya, karakter asli sebuah tim besar akan terlihat ketika mereka mampu bangkit dari tekanan yang bertubi-tubi.

"Tim ini menunjukkan keseriusan yang luar biasa. Ketika situasi menjadi sangat sulit, mereka menolak untuk menyerah dan tidak pernah kehilangan keyakinan. Ini adalah sebuah lompatan besar bagi kami. Kami harus meresapi atmosfer kemenangan di Azteca ini, dan setelah itu, fokus kami adalah melaju dengan kecepatan penuh," pungkasnya.

(BBC/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |