Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong.(Dok. Persija)
KABAR mengejutkan datang dari sepak bola Korea Selatan. Mantan pelatih Ulsan HD yang kini menangani Persija Jakarta, Shin Tae-yong, dijatuhi sanksi berat oleh Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Pelatih berusia 55 tahun tersebut dilarang beraktivitas di dunia sepak bola domestik Korea Selatan selama 10 tahun.
Keputusan ini merupakan buntut dari rangkaian kontroversi yang menyebabkan Shin Tae-yong dipecat dari klub K League, Ulsan HD, pada tahun lalu. Sanksi ini dijatuhkan setelah adanya rekomendasi dari Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.
Pelanggaran Berat dan Regulasi KFA
Pada Mei lalu, Pusat Etika Olahraga menetapkan adanya pelanggaran berat yang dilakukan oleh Shin. Menindaklanjuti hal tersebut, Komite Keadilan KFA menggelar sidang pada awal Juli 2026 untuk menentukan bentuk hukuman yang tepat. Berdasarkan regulasi KFA, pelanggaran kategori berat dapat diganjar skorsing keanggotaan maksimal 10 tahun hingga hukuman seumur hidup.
Hukuman ini secara resmi melarang Shin Tae-yong untuk terlibat dalam segala aktivitas sepak bola di bawah naungan KFA. Namun, sanksi tersebut ditegaskan hanya berlaku untuk kompetisi domestik di Korea Selatan sejak tanggal pemberitahuan resmi dikeluarkan.
Dampaknya bagi Persija Jakarta
Meskipun sanksi ini tergolong sangat berat, efektivitasnya di level internasional menjadi tanda tanya besar. Pasalnya, Shin Tae-yong saat ini sudah tidak lagi berkarier di Negeri Ginseng. Pada Juni 2026, ia baru saja menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun untuk melatih klub Liga 1 Indonesia, Persija Jakarta.
Karena hukuman KFA bersifat domestik, secara administratif Shin Tae-yong diyakini masih dapat melanjutkan tugasnya di Persija Jakarta. Hingga saat ini, belum ada indikasi bahwa sanksi tersebut akan diekskalasi ke level FIFA yang dapat mengancam karier globalnya.
Respons Shin Tae-yong: Merasa Tidak Adil
Menanggapi hukuman tersebut, Shin Tae-yong akhirnya buka suara melalui media Korea Selatan, Channel A. Ia mengaku merasa diperlakukan tidak adil dalam proses hukum yang berjalan, namun memilih untuk tidak terlalu vokal demi menjaga perasaan mantan anak asuhnya di Korea.
"Ada banyak hal yang tidak adil dan saya ingin mengungkap kebenarannya. Namun, jika saya maju, murid-murid saya bisa terluka dan atmosfer sepak bola domestik sedang tidak baik. Saya mencoba menahannya sendiri," ungkap Shin.
Terkait langkah hukum selanjutnya, pelatih yang pernah membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman di Piala Dunia 2018 ini mengaku masih mempertimbangkan untuk mengajukan banding. "Saya sedang mempertimbangkannya baik-baik," pungkasnya.
Catatan Sanksi Shin Tae-yong:
- Lembaga Penindak: Komite Keadilan KFA (berdasarkan rekomendasi Pusat Etika Olahraga).
- Durasi Sanksi: 10 Tahun (Larangan aktivitas sepak bola domestik).
- Status Saat Ini: Pelatih Kepala Persija Jakarta (Kontrak hingga 2029).
- Langkah Selanjutnya: Mempertimbangkan banding. (Z-10)

















































