Sentuhan Politik soal Keputusan FIFA Tangguhkan Skorsing Folarin Balogun

2 weeks ago 16
Sentuhan Politik soal Keputusan FIFA Tangguhkan Skorsing Folarin Balogun Folarin Balogun.(AFP)

FEDERASI Sepak Bola Internasional (FIFA) menuai sorotan tajam setelah secara kontroversial menangguhkan hukuman skorsing penyerang Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun. Keputusan mengejutkan ini membuat striker milik AS tersebut tetap dapat diturunkan saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino. Balogun tetap diizinkan bermain tanpa pembatalan kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Bosnia.

Balogun diusir wasit setelah tinjauan VAR akibat pelanggaran terhadap Tarik Muharemovic. Pelatih AS Mauricio Pochettino menilai kartu merah tersebut tidak layak diberikan.

FIFA menyatakan keputusan itu mengacu pada Kode Disiplin FIFA.

"Sesuai dengan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan skorsing pertandingan ditangguhkan untuk masa percobaan selama satu tahun," demikian pernyataan FIFA seperti dikutip dari CNA.

"Jika Folarin Balogun melakukan pelanggaran lain dengan sifat dan tingkat keparahan yang sama selama masa percobaan, penangguhan tersebut akan dicabut dan sanksi akan diberlakukan tanpa mengurangi sanksi tambahan yang dijatuhkan untuk pelanggaran baru tersebut," tambah FIFA.

Trump menyambut keputusan itu. Ia bahkan mengucapkan terima kasih atas keputusan FIFA yang membatalkan kartu merah, Balogun.

"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan apa yang benar, dan membalikkan ketidakadilan yang besar," kata Trump.

Penyerang AS Christian Pulisic mengaku terkejut saat mengetahui kabar tersebut.

"Kami mengetahuinya saat baru saja datang ke sini. Pada awalnya, Anda akan merasa, 'Oh benarkah, apakah ini nyata?' Dan kemudian 'Oh, ini kabar yang sangat bagus'," ujar Pulisic.

Di sisi lain, Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) menyatakan terkejut dan menilai keputusan FIFA bertentangan dengan aturan yang menyebut kartu merah otomatis berujung skorsing pada pertandingan berikutnya.

Kasus serupa pernah terjadi pada Cristiano Ronaldo yang mendapat penangguhan sebagian hukuman sehingga tetap dapat tampil pada laga pembuka Piala Dunia. Sebaliknya, legenda Brasil Garrincha diizinkan bermain pada final Piala Dunia 1962 setelah bandingnya dikabulkan.

(P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |