Saat Deru Truk Tangki Air Bersih Menjadi Suara Harapan Warga Banyumas

2 weeks ago 20
Saat Deru Truk Tangki Air Bersih Menjadi Suara Harapan Warga Banyumas 81 Desa di Banyumas Terancam Kekeringan, BPBD Mulai Distribusi Air Bersih(Dok. Istimewa)

DERU mesin truk tangki yang memecah keheningan Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, Senin siang (6/7), menjadi bunyi yang paling dinanti warga dalam beberapa pekan terakhir. Kedatangan armada itu membawa satu hal yang kini mulai absen dari sumur-sumur mereka: air bersih.

Hari itu, giliran Tamansari dan Desa Karanglewas di Kecamatan Jatilawang yang mendapat jatah. Sebanyak 15.000 liter air bersih yang dibawa oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas langsung mengalir ke jeriken, ember, dan bak penampungan warga yang sudah mengering. Di Tamansari, dua tangki berkapasitas total 10.000 liter dikucurkan, sementara satu tangki berisi 5.000 liter lainnya bergerak memenuhi dahaga warga Jatilawang.

Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memang harus sungguh-sungguh bersiaga menghadapi musim kemarau panjang tahun 2026 yang diprediksi lebih panas akibat fenomena El Nino. Berdasarkan data BPBD, sebanyak 81 desa yang tersebar di 19 kecamatan di Banyumas masuk dalam kategori rawan kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, menjelaskan bahwa pemetaan ini didasarkan pada data historis musim kemarau tahun 2023. Wilayah selatan Banyumas menjadi fokus utama karena secara geografis lebih rentan mengalami krisis air tanah saat kemarau panjang.

Distribusi Air Bersih: Solusi Jangka Pendek

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, menyatakan bahwa distribusi air bersih dilakukan secara bertahap sesuai tingkat urgensi di lapangan. Sebelum penyaluran di Tamansari dan Jatilawang, BPBD telah mengirimkan sekitar 30.000 liter air bersih ke Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur.

Jadwal distribusi bantuan air bersih selanjutnya telah disusun untuk menjangkau daerah lain, di antaranya:

  • Desa Nusadadi (Kecamatan Sumpiuh): Penyaluran tiga mobil tangki pada Senin (6/7).
  • Desa Kedungpring (Kecamatan Kemranjen): Penyaluran dua mobil tangki pada Selasa (7/7).

Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, termasuk kerja sama antara BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto dengan Perumda Air Minum Tirta Satria Banyumas, yang dikoordinasikan langsung oleh BPBD guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Meskipun dropping air bersih sangat membantu warga, Dwi Irawan Sukma menekankan bahwa langkah tersebut hanyalah solusi jangka pendek. Untuk mengatasi krisis air secara permanen, diperlukan intervensi infrastruktur dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.

"Untuk solusi permanen, seperti pembangunan sumur bor atau fasilitas air bersih lainnya, menjadi kewenangan dinas teknis. Kami memberikan rekomendasi lokasi-lokasi yang membutuhkan berdasarkan data kerawanan yang kami miliki," ujar Dwi.

Data Krisis Air Bersih Banyumas:

  • Total Desa Rawan: 81 Desa
  • Total Kecamatan Terdampak: 19 Kecamatan
  • Penyebab Utama: Fenomena El Nino 2026
  • Fokus Wilayah: Kawasan Selatan Kabupaten Banyumas

Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

Selain krisis air, musim kemarau 2026 juga membawa ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). BPBD Banyumas telah mengidentifikasi tujuh kecamatan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran, yaitu:

  1. Kebasen
  2. Rawalo
  3. Purwojati
  4. Cilongok
  5. Wangon
  6. Ajibarang
  7. Gumelar

BPBD telah memperkuat koordinasi dengan Perhutani dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan diimbau keras untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu api, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. (LD/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |