Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggratiskan tarif buffer zone di Terminal Tanah Merdeka.(Dok. Pemprov DKI Jakarta)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengambil langkah tegas untuk mengurai kemacetan parah di kawasan Jalan Raya Cakung-Cilincing dengan menggratiskan penggunaan buffer zone di Terminal Tanah Merdeka. Kebijakan pembebasan tarif ini berlaku mulai 22 Juli hingga 5 Agustus 2026.
Langkah ini diambil agar seluruh kontainer kosong tidak lagi parkir di badan jalan yang selama ini menjadi pemicu utama kemacetan di Jakarta Utara. Pramono menegaskan bahwa Terminal Tanah Merdeka kini disiapkan sebagai area penampungan sementara yang mampu menampung lebih dari 200 kontainer.
“Saya memutuskan untuk peti kosong yang ada itu kita minta untuk parkirnya tidak di jalanan. Tidak boleh lagi ada parkir di jalanan. Itulah yang menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Maka kita gunakan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone,” ujar Pramono di Jakarta Utara, Kamis (23/7).
Pramono menjelaskan bahwa diskresi pembebasan tarif ini diberikan karena mayoritas kendaraan yang parkir sembarangan adalah truk pengangkut kontainer kosong yang enggan membayar retribusi. Dengan adanya fasilitas gratis ini, diharapkan tidak ada lagi alasan bagi operator untuk menggunakan bahu jalan sebagai tempat parkir.
Menurut analisisnya, kemacetan di kawasan Cilincing dipicu oleh ketidakseimbangan arus logistik. Saat ini, volume kontainer impor yang masuk ke Jakarta sangat tinggi, sementara aktivitas ekspor mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini menyebabkan penumpukan kontainer kosong yang mengantre di berbagai ruas jalan.
“Sekarang ini banyak sekali kontainer-kontainer yang berisi dari impor kemudian masuk ke Jakarta. Tetapi kontainer-kontainer yang kosong untuk ekspor kebetulan mengalami penurunan yang sangat signifikan sehingga terjadi antrean di mana-mana,” jelasnya.
Pramono pun mengimbau seluruh pelaku usaha logistik untuk segera memanfaatkan fasilitas gratis di Terminal Tanah Merdeka tersebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap langkah jangka pendek ini efektif mengurangi beban jalan raya dan menjawab keluhan masyarakat terkait kemacetan kronis di wilayah tersebut. (Z-10)

















































