Ilustrasi lapangan padel(Magnific)
POLRES Metro Jakarta Selatan memberikan keterangan terbaru terkait kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan pegawai baru berinisial AL di sebuah lapangan padel, kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa aksi kriminal tersebut tidak didasari oleh perencanaan awal.
Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan, Iptu Satrio, menjelaskan bahwa empat pelaku yang terlibat awalnya hanya berniat meminta keterangan dari korban. AL dicurigai terlibat dalam pencurian 10 raket padel di tempat kerja tersebut.
"Oh tidak, awalnya tidak direncanakan. Jadi hanya mau menginterogasi saja. Nah kemudian karena prosesnya mungkin agak berbelit-belit sehingga jadi terlalu lama menahan," ujar Iptu Satrio saat memimpin olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Senin (6/7).
Disekap Tiga Hari
Berdasarkan keterangan pihak pengelola lapangan padel, interogasi berlangsung alot karena korban dianggap tidak memberikan keterangan yang jelas mengenai dugaan pencurian raket pada Minggu (21/6). Kondisi ini memicu para pelaku untuk menahan korban di dalam gudang dan lift barang.
Penyekapan tersebut akhirnya berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Senin (22/6). Korban baru dilepaskan setelahnya dan segera melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak berwajib. Polisi kemudian bergerak cepat dan mengamankan empat pelaku, Rabu (24/6).
Empat Pelaku sebagai Tersangka
Empat pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka berinisial ASB, RRK, AH, dan DW. Keempatnya diketahui merupakan rekan kerja korban di lapangan padel tersebut. Polisi memastikan bahwa tindakan kekerasan dan penyekapan ini merupakan inisiatif pribadi para pelaku, bukan instruksi dari manajemen perusahaan.
"Tidak ada perintah yang kita dapatkan, kita belum mendapatkan adanya perintah dari atasan. Hanya karyawan saja empat-empatnya," tegas Satrio.
Dalam olah TKP yang dilakukan pada Senin pukul 14.00 WIB, tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polri mengerahkan lima personel untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan di lokasi penganiayaan.
Kasus penyekapan karyawan padel terungkap setelah ibu korban, berinisial M, membuat laporan polisi. M melaporkan bahwa anaknya, AL, yang baru bekerja selama dua bulan, tidak pulang ke rumah selama dua hari. AL baru bisa berkomunikasi dan meminta jemput setelah mengalami penyekapan dan penganiayaan oleh rekan-rekannya akibat tuduhan pencurian raket tersebut. (Ant/H-4)

















































