Pidato Perdana Pemimpin Baru Hamas Khalil al-Hayya: Janji Bangun Kembali Gaza

1 day ago 2
 Janji Bangun Kembali Gaza Khalil al-Hayya.(Al Jazeera)

PEMIMPIN baru Hamas, Khalil al-Hayya, menyampaikan pidato televisi perdananya yang ditujukan kepada rakyat Palestina. Dalam pidato tersebut, ia berjanji untuk membangun kembali Jalur Gaza, meringankan penderitaan warganya, membebaskan tahanan politik di Israel, serta menyatukan Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem dalam satu negara Palestina yang merdeka.

Tampil dengan setelan jas dan kemeja terbuka tanpa dasi, berlatar belakang bendera Palestina dan Hamas, al-Hayya berbicara melalui saluran TV Al-Aqsa milik Hamas pada Rabu (22/7) waktu setempat. Ia menegaskan bahwa kelompoknya akan melawan segala upaya untuk mengusir warga Palestina dari Gaza dan menyampaikan terima kasih kepada negara-negara yang berupaya menghentikan perang.

Al-Hayya terpilih oleh Dewan Syura Umum pada Senin (20/7) sebagai kepala biro politik Hamas yang baru, mengungguli mantan pemimpin politik Khaled Meshaal dalam pemungutan suara putaran kedua. Ia menggantikan Yahya Sinwar yang tewas dalam operasi militer Israel di Gaza pada tahun 2024.

Prioritas Utama Hamas di Bawah Kepemimpinan Al-Hayya

Dalam pidatonya, al-Hayya menetapkan beberapa poin krusial yang menjadi prioritas kelompoknya ke depan:

1. Penegasan Negara Palestina yang Bersatu

Al-Hayya menyatakan tujuan utama Hamas adalah mewujudkan negara Palestina yang mencakup Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel, dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kotanya. "Komitmen utama kami adalah melanjutkan jalan yang sama, mengibarkan panji hingga berkibar di atas Masjid Al-Aqsa dan tanah Palestina yang bebas," tegasnya.

2. Janji Rekonstruksi Gaza

Ia berjanji bahwa Hamas akan bekerja keras untuk memulihkan kehidupan yang layak bagi penduduk Gaza. Al-Hayya menekankan bahwa rekonstruksi adalah hak inheren rakyat Palestina dan tidak boleh dikaitkan dengan konsesi politik apa pun. "Kami memahami betapa besar penderitaan kalian yang tinggal di tenda-tenda dan tempat penampungan darurat," ujarnya kepada warga Gaza.

3. Pembebasan Tahanan

Al-Hayya bersumpah untuk bekerja membebaskan para tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel, mengakhiri penderitaan mereka, dan memberikan kehidupan yang layak atas pengorbanan yang telah mereka lakukan selama ini.

4. Stabilitas Regional

Ia memperingatkan komunitas internasional bahwa stabilitas di Timur Tengah tidak akan pernah tercapai tanpa keadilan bagi rakyat Palestina. Menurutnya, apa yang terjadi di kawasan saat ini membuktikan bahwa stabilitas rakyat Palestina adalah kunci stabilitas kawasan secara keseluruhan.

Apresiasi untuk Mediator Internasional

Al-Hayya menyampaikan apresiasi kepada Mesir, Qatar, dan Turkiye atas upaya mediasi mereka untuk menghentikan pertumpahan darah di Gaza. Namun, ia tidak menyebutkan peran Amerika Serikat dalam pidatonya.

Ia mendesak negara-negara sponsor negosiasi untuk memberikan tekanan nyata kepada pemerintah pendudukan Israel agar mematuhi persyaratan gencatan senjata yang didukung AS yang disepakati pada Oktober 2025, yang menurutnya selama ini diabaikan oleh pihak Israel.

Menutup pidatonya, al-Hayya menyatakan keyakinannya bahwa dengan kerja keras dan dukungan dari masyarakat dunia yang bersimpati pada Gaza, rakyat Palestina akan mampu mencapai tujuan kemerdekaan mereka. (Al Jazeera/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |